Minggu, 10 Mei 2026

Trump Terapkan Tarif Timbal Balik

Dapat 'Surat Cinta' dari Donald Trump, Tarif Malaysia Naik Jadi 25 Persen

Trump mendiskripsikan bahwa kenaikan tarif menjadi 25 persen ini dinilai sudah lebih sedikit dari apa yang seharusnya Malaysia harus bayar kepada AS

Tayang:
Penulis: Bobby W
Editor: Sri Juliati
Tangkap Layar Truth Social/@realDonaldTrump
TRUMP TARIF MALAYSIA - Tangkap layar Truth Social terkait surat pengumuman tarif yang diberikan Trump kepada Malaysia pada Selasa (8/7/2025). Trump mendeskripsikan tarif 25 persen yang diberikannya bisa dibilang jauh lebih sedikit dari apa yang seharusnya Malaysia bayarkan kepada AS 

TRIBUNNEWS.COM - Kabar kurang mengenakkan datang bagi Malaysia setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengirimkan surat yang berisikan pengumuman kenaikan tarif hingga 25 persen kepada negara tersebut pada Selasa ini (8/7/2025)

Tarif yang mulai berlaku pada 1 Agustus 2025 mendatang ini menunjukkan kenaikan angka 1 persen dari yang ditetapkan sebelumnya.

Seperti yang diketahui sebelumnya, Malaysia mendapatkan tarif timbal balik sebesar 24 persen pada April lalu sebelum masa penangguhan 90 hari diterapkan.

Dalam surat yang dibagikan oleh Donald Trump melalui jejaring Truth Social tersebut, tampak pada kop surat tersebut ia menunjukkkan pesan kenaikan tarif ini kepada Raja Malaysia, Sultan Ibrahim ibni Almarhum Sultan Iskandar Yang di-Pertuan Agong XVII of Malaysia

Trump mendiskripsikan bahwa kenaikan tarif menjadi 25 persen ini dinilai sudah lebih sedikit dari apa yang seharusnya diperlukan Malaysia untuk memangkas defisit perdagangan dengan AS.

Berikut ini isi surat yang dilayangkan oleh Trump kepada Sultan Ibrahim:

Yang Mulia
Sultan Ibrahim ibni Almarhum Sultan Iskandar Yang di-Pertuan Agong XVII of Malaysia
Kuala Lumpur

Yang Mulia :

Menjadi Kehormatan Besar bagi saya untuk mengirimkan surat ini kepada Yang Mulia, karena hal ini menunjukkan kekuatan dan komitmen hubungan perdagangan kita, serta fakta bahwa Amerika Serikat sepakat untuk terus bekerja sama dengan Malaysia meskipun mengalami defisit perdagangan yang signifikan dengan negara besar Anda.

Baca juga: Tanggapi Ancaman Trump soal Tarif Tambahan, Wamenlu Tegaskan BRICS Bukan untuk Lawan AS

Namun demikian, kami telah memutuskan untuk melanjutkan kerja sama ini, tetapi hanya dengan perdagangan yang lebih seimbang dan adil.

Oleh karena itu, kami mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam perekonomian Amerika Serikat yang luar biasa, pasar nomor satu di dunia.

Kami telah bertahun-tahun mendiskusikan hubungan perdagangan dengan Malaysia dan menyimpulkan bahwa kami harus mengakhiri defisit perdagangan jangka panjang yang disebabkan oleh kebijakan tarif dan non-tarif serta hambatan perdagangan Malaysia.

Hubungan ini sayangnya jauh dari timbal balik. 

Mulai 1 Agustus 2025, kami akan memberlakukan tarif sebesar 25 persen untuk semua produk Malaysia yang masuk ke Amerika Serikat, terlepas dari sektor tarif yang berlaku. 

Barang yang dikirim ulang (transhipmen) untuk menghindari tarif lebih tinggi akan dikenai tarif tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved