Rabu, 29 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Araghchi: Iran Siap Lanjutkan Negosiasi, tapi Amerika Harus Ubah Perilakunya Dulu

Abbas Araghchi menyatakan bahwa Iran bersiap membuka negosiasi nuklir, asalkan Amerika Serikat mengubah perilakunya.

Tayang:
Akun resmi X Abbas Araghchi
PROGRAM NUKLIR IRAN - Menlu Iran Abbas Araghchi (tengah) saat menghadiri Konferensi Tingkat Menteri (KTM) OKI di Istanbul, Turki pada 21-22 Juni 2025. Abbas Araghchi menyatakan bahwa Iran bersiap membuka negosiasi nuklir, asalkan Amerika Serikat mengubah perilakunya. 

"Serangan terhadap fasilitas nuklir yang dipantau IAEA, ditambah kegagalan negara-negara Barat dalam mengutuknya, adalah serangan terhadap landasan hukum internasional, khususnya rezim non-proliferasi."

Iran Tidak Akan Keluar dari NPT

Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak berniat menarik diri dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan tetap berkomitmen terhadap perjanjian tersebut, namun menegaskan bahwa penerapannya tidak boleh bersifat sepihak.

"Kami memperkaya uranium berdasarkan hak kami dalam NPT dan secara konsisten menegaskan bahwa tidak ada niat untuk tujuan militer."

"Bahkan di tengah serangan dan pelanggaran, kami tidak menyimpang dari kebijakan kami yang jelas mengenai senjata nuklir, yang secara tegas didasarkan pada fatwa yang melarang produksi, penimbunan, atau penggunaan senjata pemusnah massal."

Ia menutup pernyataannya dengan mengatakan bahwa tingkat pengayaan ditentukan oleh kebutuhan domestik Iran.

"Sebelumnya, kami menetapkan patokan pengayaan satu digit, khususnya untuk Reaktor Riset Teheran, yang digunakan untuk pengobatan dan terapi berbasis radiofarmasi," jelas Araghchi.

Sebelumnya, pada 13 Juni 2025, Israel melancarkan serangan mendadak terhadap Iran yang menewaskan sejumlah komandan militer dan ilmuwan nuklir senior.

Kemudian, pada 22 Juni, Amerika Serikat secara resmi bergabung dalam perang agresi Israel terhadap Iran dengan meluncurkan serangan terhadap tiga fasilitas nuklir.

Mengenal Perjanjian NPT

Dilansir nti.org, NPT merupakan upaya global untuk mencegah penyebaran senjata nuklir, mendorong kerja sama dalam pemanfaatan energi nuklir secara damai, dan memajukan tujuan pelucutan senjata nuklir serta perlucutan senjata secara menyeluruh.

Perjanjian ini mulai berlaku pada tahun 1970, dan saat ini memiliki 91 negara anggota.

Baca juga: Israel Dalam Bahaya, Iran Tunjukkan Minat Serius Rafale Killer Jet J-10C yang Siap Dilepas China 

Tiga Pilar Non-Proliferasi

1. Non-Proliferasi

Menjamin bahwa Negara-Negara Berkekuatan Nuklir (NWS) tidak mentransfer senjata nuklir kepada Negara-Negara Non-Nuklir (NNWS), dan bahwa NNWS tidak akan memperoleh atau mengembangkan senjata nuklir.

(Sebagai informasi, Iran termasuk dalam Negara-Negara Non-Nuklir (NNWS), sedangkan AS adalah NWS, bersama China, Rusia, Prancis dan Inggris)

2. Perlucutan Senjata

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved