Minggu, 19 April 2026

Trump Terapkan Tarif Timbal Balik

Imbas Tarif Trump, China Kebut Pengiriman Barang Ekspor sebelum Agustus

Data dari Bea Cukai Tiongkok menunjukkan pengiriman keluar dari China naik 5,8% secara perhitungan tahun per tahun pada Juni melampaui prediksi awal

Penulis: Bobby W
Editor: Sri Juliati
Pexels/David Dibert
ILUSTRASI EKSPOR KARGO - Ilustrasi kapal kargo yang diunduh pada Senin (14/7/2025). Data dari Bea Cukai Tiongkok menunjukkan pengiriman keluar dari China naik 5,8% secara perhitungan tahun per tahun pada Juni melampaui prediksi awal 

TRIBUNNEWS.COM - Pengumuman tarif terbaru dari Trump pada pekan lalu membuat eksportir di China semakin berburu dengan waktu

Sebelumnya industri ekspor di Tiongkok kembali menggeliat pada Juni lalu saat perusahaan mempercepat pengiriman pesanan untuk memanfaatkan penundaan sementara perang tarif yang diterapkan antara Beijing dan Washington.

Kini jelang batas waktu yang semakin dekat pada awal Agustus, intensitas berbagai pengiriman barang di pusat transit ekspedisi di Asia Tenggara pun sekamin gencar.

Hal ini terjadi mengingat perusahaan-perusahaan baik dari AS dan Tiongkok sama-sama tidak mau berjudi terkait kemungkinan kedua pihak dapat sepakat akan tarif baru atau terhambatnya kembali rantai pasok global akibat penerapan kembali tarif melebihi 100 persen.

Diktuip dari Reuters, fenomena semakin gencarnya arus ekspedisi barang jelang pemberlakuan tarif baru di 1 Agustus 2025 ini bisa dilihat dari data bea cukai Tiongkok pada Senin ini (14/7/2025).

Data dari Bea Cukai Tiongkok menunjukkan pengiriman keluar dari China naik 5,8 persen secara perhitungan tahun per tahun pada Juni, melampaui prediksi kenaikan 5,0 persen dalam jajak pendapat Reuters dan pertumbuhan Mei sebesar 4,8 persen.

"Ada tanda permintaan frontloading mulai berkurang secara bertahap," ujar Chim Lee, analis senior dari Economist Intelligence Unit.

"Meskipun frontloading menjelang batas waktu penangguhan tarif Agustus kemungkinan berlanjut, tarif kargo untuk pengiriman tujuan Tiongkok ke AS mulai turun." sambung Chim.

Chim Lee juga menilai fenomena langkah eksportir yang mencoba mengakali perang tarif tersebut dengan rute ekspedisi alternatif juga akan kembali terjadi.

"Pengalihan dan pengalihan rute perdagangan tampaknya terus berlanjut, yang akan menarik perhatian pembuat kebijakan di AS dan pasar lain," tambahnya.

Hal ini bisa juga dilihat dari angkap pengiriman barang-barang dari Tiongkok yang keluar dari gudang di negara-negara ASEAN mengalami pelonjakan hingga 16,8 persen.

Baca juga: China Sepakati Langkah ASEAN Jadikan Asia Tenggara Kawasan Bebas Senjata Nuklir

Data dari Bea Cukai Tiongkok tersebut juga menunjukkan pulihnya sektor Impor hingga 1,1%, setelah sebelumnya turun 3,4% pada Mei. 

Kumpulan data optimis ini membantu mengangkat sentimen pasar dengan indeks saham utama CSI300 naik 0,2% saat istirahat perdagangan siang.

Sementara Indeks Komposit Shanghai (SSEC) meningkat 0,4%, mendekati level tertinggi sejak Oktober.

Analis dan eksportir memantau apakah kesepakatan yang dicapai Juni lalu antara negosiator AS dan Tiongkok akan bertahan, setelah kesepakatan Mei sebelumnya terganggu oleh serangkaian kontrol ekspor yang mengacaukan rantai pasok global untuk industri kunci.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved