Minggu, 10 Mei 2026

PBB Peringatkan Krisis Bahan Bakar di Gaza, Layanan Kemanusiaan Terancam Lumpuh

Rumah sakit berhenti beroperasi, ambulans tidak dapat bergerak, unit bersalin dan ruang perawatan intensif tidak lagi berfungsi. 

Tayang:
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
YouTube DW
ANGKA KEMATIAN - Tangkapan layar yang diambil pada Jumat (27/6/2025) menunjukkan momen di mana warga Gaza tengah mengambil bahan makanan. 

TRIBUNNEWS.COM - Kekurangan bahan bakar di Gaza kini mencapai titik kritis dan mengancam seluruh operasi kemanusiaan di wilayah tersebut. 

Tujuh badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yaitu OCHA, UNDP, UNFPA, UNOPS, UNRWA, WFP, dan WHO, mengeluarkan pernyataan bersama pada Sabtu (12/7/2025) yang menyerukan perhatian global terhadap krisis yang terus memburuk ini.

“Bahan bakar adalah tulang punggung kelangsungan hidup di Gaza,” tegas pernyataan yang dirilis di website resmi Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO dilansir, Senin (14/7/2025). 

Baca juga: IDF Akui Salah Sasaran Serang Titik Distribusi Air Gaza, Negosiasi Gencatan Senjata Tersendat

“Tanpa bahan bakar, jalur kehidupan ini akan lenyap bagi 2,1 juta orang," tegasnya. 

Kelangkaan bahan bakar telah mengganggu hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat Gaza

Rumah sakit berhenti beroperasi, ambulans tidak dapat bergerak, unit bersalin dan ruang perawatan intensif tidak lagi berfungsi. 

Selain itu, toko roti, dapur umum, serta sistem air dan sanitasi terhenti. 

Limbah dan sampah menumpuk di jalanan, meningkatkan risiko wabah penyakit.

“Tanpa bahan bakar yang memadai, Gaza menghadapi kegagalan upaya kemanusiaan,” lanjut pernyataan itu. 

Kondisi ini menempatkan keluarga Gaza yang sudah hidup dalam kesulitan ekstrem ke dalam situasi yang semakin mengancam jiwa.

Meskipun minggu ini sejumlah kecil bahan bakar berhasil masuk ke Gaza untuk pertama kalinya dalam 130 hari, badan-badan PBB menilai jumlah itu belum cukup untuk menghidupkan kembali layanan-layanan vital.

“Badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan mitra-mitra kemanusiaan tidak dapat melebih-lebihkan urgensi momen ini. Bahan bakar harus diizinkan masuk ke Gaza dalam jumlah yang cukup dan konsisten untuk mendukung operasi penyelamatan nyawa,"imbaunya. 

Tanpa pasokan bahan bakar yang stabil, krisis kemanusiaan di Gaza dipastikan akan memburuk, membahayakan nyawa jutaan orang yang kini bergantung pada bantuan internasional.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved