Konflik Suriah
Perjanjian Gencatan Senjata di Sweida, Tentara Suriah Mulai Mundur
Perjanjian gencatan senjata kedua di Sweida disepakati pada hari Rabu. Tentara Suriah mulai mundur, sementara Israel masih siaga di selatan.
TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Pertahanan Suriah menarik tentaranya dari Kota Sweida, Suriah selatan yang mayoritas dihuni komunitas Druze, pada hari Rabu.
Penarikan tersebut terjadi setelah militer Suriah menyepakati gencatan senjata dengan pemimpin agama Druze, Sheikh Yousef al-Jarbou, di Sweida.
Tentara Suriah mulai menarik diri dari Kota Sweida beberapa jam setelah perjanjian gencatan senjata baru diumumkan di kota yang dilanda kekerasan tersebut.
"Penarikan pasukan Tentara Arab Suriah dari kota Sweida telah dimulai, sesuai dengan ketentuan perjanjian yang ditandatangani, dan setelah kota tersebut dibersihkan dari kelompok-kelompok terlarang," kata Kementerian Pertahanan Suriah dalam sebuah pernyataan, Rabu (16/7/2025).
Pernyataan tersebut tidak menyebutkan penarikan pasukan pemerintah lain yang ditempatkan di kota tersebut.
Sebuah klip video yang beredar di media sosial menunjukkan konvoi tentara Suriah meninggalkan Kegubernuran As-Suwayda.
Di sisi lain, sekutu Israel, Amerika Serikat (AS) meminta pasukan pemerintah Suriah pada hari Rabu untuk meninggalkan zona konflik di Suriah selatan untuk mengurangi ketegangan dengan Israel, yang mengklaim kekerasan sektarian untuk membenarkan serangannya terhadap markas Staf Umum Suriah di Damaskus.
"Kami menyerukan kepada pemerintah Suriah, pada kenyataannya, untuk menarik pasukan militernya agar semua pihak dapat menahan eskalasi dan menemukan jalan keluar," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tammy Bruce kepada para wartawan.
Namun, ia tidak merinci wilayah mana yang diminta Washington agar militer Suriah menarik pasukannya.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio mengatakan pada hari Rabu bahwa berbagai pihak yang berperang di Suriah telah menyepakati langkah-langkah khusus untuk mengakhiri pertempuran di sana.
"Kami melibatkan semua pihak yang terlibat dalam bentrokan di Suriah. Kami sepakat mengenai langkah-langkah spesifik malam ini untuk mengakhiri situasi yang mengkhawatirkan dan mengerikan ini," kata Marco Rubio.
Baca juga: Jumlah Korban Israel Bombardir Mabes Militer Dekat Istana Presiden Suriah
"Hal ini mengharuskan semua pihak untuk memenuhi komitmen yang telah mereka buat, dan itulah yang sepenuhnya kami harapkan dari mereka," lanjutnya.
Televisi pemerintah Suriah melaporkan bahwa Damaskus menyambut baik upaya Amerika Serikat dan negara-negara Arab untuk menyelesaikan krisis saat ini secara damai.
Perjanjian yang ditandantangani pada hari Rabu adalah gencatan senjata kedua, setelah gencatan senjata sebelumnya yang diumumkan pada Selasa (15/7/2025) malam runtuh setelah hanya beberapa jam.
"Masih ada tembakan dari pasukan pemerintah di kota Sweida yang mayoritas penduduknya beragama Druze setelah pengumuman itu dibuat," menurut seorang saksi Reuters, merujuk pada gencatan senjata hari Selasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/TENTARA-SURIAH-MUNDUR-DARI-SWEIDA-2323232.jpg)