Selasa, 12 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Revolusi Perang Drone: Rusia Banjiri Medan Perang Ukraina dengan Drone Serat Optik

Berkat kabel serat optik yang panjangnya bisa mencapai 10-20 kilometer, Rusia bisa menjaga koneksi antara drone dan pilotnya

Tayang:
Joseph Roche/TMT
SERAT OPTIK - Sebuah drone serat optik yang masih dalam pengembangan insinyur Ukraina untuk mengimbangi kemajuan Rusia dalam peperangan. Drone ini diklaim mampu stabil dalam pengendaliannya hingga jarak 20 kilometer. 

“Dengan koneksi tersebut, drone tidak terdeteksi — dan yang terpenting, sepenuhnya kebal terhadap segala bentuk peperangan elektronik,” tambah Volodymyr Makhitko, kepala teknisi Technohawk.

“Hasilnya, kami dapat menyerang logistik musuh dengan presisi, tanpa takut dinetralisir oleh sistem pengacau yang saat ini digunakan di medan perang,” ujarnya.

Drone militer Ukraina menyerang wilayah Murmansk di Rusia utara yang berbatasan dengan negara-negara NATO. Militer Rusia kemudian membalasnya dengan menembak jatuh 3 drone.
Drone militer Ukraina menyerang wilayah Murmansk di Rusia utara yang berbatasan dengan negara-negara NATO. Militer Rusia kemudian membalasnya dengan menembak jatuh 3 drone. (Euronews)

Ukraina Mengejar Ketertinggalan

Berasal dari Ukraina timur dan lulusan teknik kedirgantaraan, Makhitko tidak menyembunyikan kekhawatirannya tentang teknologi baru ini.

Ukraina, yang sudah lama menjadi pelopor dalam peperangan pesawat tak berawak, kini mendapati dirinya dikalahkan oleh inovasi Rusia.

Digunakan dalam skala besar selama serangan balasan Rusia terhadap pasukan Ukraina di wilayah Kursk, teknologi ini membantu menjelaskan keberhasilan terkini Moskow melawan pasukan Kiev di bagian garis depan tersebut, kata para analis.

Sejak saat itu, unit pesawat tak berawak Rusia yang ditempatkan di Kursk telah ditugaskan kembali ke garis depan Pokrovsk.

Sebanyak 70 persen dari seluruh serangan Rusia merupakan serangan drone.

Hal ini meningkatkan kekhawatiran di Ukraina bahwa teknologi ini akan semakin membebani logistik perang yang sudah rapuh antara kota-kota di Donbas.

Menghadapi kemajuan teknologi militer Rusia, Ukraina berusaha menutup celah tersebut. Di lapangan, unit-unit militer sedang berimprovisasi.

Di Pokrovsk, Kapten Ihor Matviyishyn memberikan penilaian yang blak-blakan: untuk saat ini, belum ada produksi terpusat drone serat optik yang dilaksanakan oleh pihak berwenang di Kiev.

"Satu-satunya drone serat optik yang kami lihat di pihak kami dibangun oleh unit-unit itu sendiri," ujarnya.

Hanya formasi unit militer tertentu seperti Azov, Magyar, atau Achilles yang memilikinya.

Di bengkelnya di pinggiran Kiev, Makhitko menunjukkan optimisme yang hati-hati.

Ia yakin mengejar ketertinggalan itu mungkin.

"Dengan kecepatan yang kami miliki saat ini, kami dapat mengejar ketertinggalan dalam beberapa bulan," jelasnya, sambil terus memperhatikan printer 3D yang berdengung di belakangnya.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved