Selasa, 12 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Revolusi Perang Drone: Rusia Banjiri Medan Perang Ukraina dengan Drone Serat Optik

Berkat kabel serat optik yang panjangnya bisa mencapai 10-20 kilometer, Rusia bisa menjaga koneksi antara drone dan pilotnya

Tayang:
Joseph Roche/TMT
SERAT OPTIK - Sebuah drone serat optik yang masih dalam pengembangan insinyur Ukraina untuk mengimbangi kemajuan Rusia dalam peperangan. Drone ini diklaim mampu stabil dalam pengendaliannya hingga jarak 20 kilometer. 

Dari sudut pandang teknis, tantangan ini bukannya mustahil diatasi.

Drone ini bukanlah sebuah prestasi teknologi, kata CEO Technohawk, Viktor Zubenko.

Masalahnya, Makhitko menegaskan, lebih terletak pada kemampuan untuk meningkatkannya: seperti yang sering terjadi, peningkatan produksilah yang menjadi masalah, bukan desainnya.

Namun demikian, Zubenko menunjukkan kalau drone Ukraina umumnya berkualitas lebih tinggi dan mencapai targetnya dengan persentase sebesar 80 persen tepat sasaran.  

Sebagai perbandingan, drone Rusia hanya mencapai satu dari empat target alias cuma 25 persen tepat sasaran.

Hanya, karena jumlahnya membanjiri medan perang, drone-drone Rusia ini membuat Ukraina kewalahan.

SERAT OPTIK - Sebuah drone serat optik
SERAT OPTIK - Sebuah drone serat optik yang masih dalam pengembangan insinyur Ukraina untuk mengimbangi kemajuan Rusia dalam peperangan. Drone ini diklaim mampu stabil dalam pengendaliannya hingga jarak 20 kilometer.

Bergantung ke Komponen China

Ukraina sudah memiliki ekosistem drone first person view (FPV) yang mapan.

Namun, industrialisasi drone serat optik masih bergantung pada akses ke kabel yang diperlukan untuk pengoperasiannya — komponen-komponennya sebagian besar masih diproduksi di China.

Untuk saat ini, gulungan serat optik tersedia di AliExpress, tetapi ketergantungan pada komponen China menjadi semakin bermasalah.

Oleh karena itu, produsen Ukraina berupaya mendiversifikasi pasokan mereka, dalam konteks di mana Tiongkok menunjukkan semakin banyak dukungan terhadap Moskow.

Bloomberg melaporkan, Beijing bahkan telah mengakhiri ekspor drone ke Ukraina dan sekutunya sambil terus memasok Rusia.

Untuk mengatasi kendala ini, Pasukan Sistem Otonom Ukraina memperkenalkan perangkat baru pada akhir Februari: Silkworm, sebuah kumparan serat optik modular yang dirancang secara lokal.

Perangkat ini dapat digunakan untuk melengkapi drone FPV dan kendaraan darat nirawak, yang juga menghadapi masalah komunikasi di medan perang.

"Tantangannya sekarang adalah menyusun produksi yang masih baru ini," jelas Zubenko, "tetapi kami semakin jarang menggunakan spul dari Tiongkok. Ini juga merupakan perang adaptasi dan inovasi, dan Ukraina harus terus menyesuaikan diri."

Kelemahan Drone Serat Optik

Meskipun teknologi ini telah memungkinkan Rusia untuk kembali unggul dalam perang drone, yang biasanya didominasi oleh Ukraina, drone serat optik bukannya tanpa kekurangan.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved