Kamis, 14 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Pesimis dalam Negosiasi Putaran Ketiga dengan Ukraina

Rusia tidak berharap banyak dalam negosiasi putaran ketiga dengan Ukraina. Zelensky sebut perundingan dilakukan hari ini, namun Kremlin belum tahu.

Tayang:
Kantor Berita Pemerintah Rusia TASS/Sergey Karpukhin
DMITRY PESKOV - Foto Dmitry Peskov diambil dari kantor berita Rusia TASS pada hari Kamis (13/3/2025) yang menunjukkan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. Foto ini diambil oleh oleh Sergey Karpukhin pada November 2023. Pada 22 Juli 2025, Dmitry Peskov sebut Kremlin tidak berharap banyak dalam negosiasi putaran ketiga dengan Ukraina. 

Sementara pihak Rusia dan Ukraina sepakat untuk melakukan pertukaran tahanan besar-besaran selama perundingan tersebut.

Kedua perundingan sebelumnya ditengahi oleh Turki dan didorong oleh Amerika Serikat (AS).

Tim Rusia diketuai oleh Vladimir Medinsky, penasihat Presiden Putin, yang memimpin tim Rusia di kedua pertemuan.

Sementara tim Ukraina dipimpin oleh Rustem Umerov, Menteri Pertahanan Ukraina dan Kanselir Dewan Keamanan Nasional.

Presiden AS Donald Trump mendorong Rusia dan Ukraina ke meja perundingan setelah ia resmi dilantik pada Januari lalu.

Trump menekan kedua pihak untuk mengakhiri perang tersebut, dan baru-baru ini mengungkapkan rasa frustasinya kepada Putin karena dianggap tidak serius untuk berdamai dengan Ukraina.

Sejauh ini belum ada terobosan dalam mencapai kesepakatan gencatan senjata yang luas untuk mengakhiri invasi skala penuh yang dilancarkan Presiden Rusia Vladimir Putin pada 24 Februari 2022.

Pada tanggal 20 Juni, Putin kembali mengungkapkan ambisinya untuk mencaplok seluruh Ukraina.

"Saya telah berulang kali mengatakan bahwa rakyat Rusia dan Ukraina sebenarnya adalah satu bangsa. Dalam hal ini, seluruh Ukraina adalah milik kita," ujarnya dalam konferensi pers untuk menandai pembukaan Forum Ekonomi Saint Petersburg pada hari Jumat (20/6/2025).

“Tapi Anda tahu, kita punya perumpamaan lama, aturan lama: di mana pun tentara Rusia melangkah, itu milik kita," lanjutnya.

Pada 21 Juni, Zelensky menanggapi pernyataan Putin dan menulis melalui akun Telegram-nya bahwa Putin telah berbicara secara terbuka mengenai niatnya dalam invasi ke Ukraina.

"Ya, dia menginginkan seluruh Ukraina," kata Zelensky, Sabtu (21/6/2025).

"Dia juga berbicara tentang Belarus, negara-negara Baltik, Moldova, Kaukasus, dan negara-negara seperti Kazakhstan," tambahnya.

Tuntutan Ukraina

Dalam perundingan tersebut, Ukraina menginginkan gencatan senjata penuh dan tanpa syarat sebagai prasyarat untuk melanjutkan negosiasi.

Mereka juga menuntut Rusia untuk mengembalikan anak-anak yang dideportasi dari Ukraina dan membebaskan tahanan sipil.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved