Konflik Palestina Vs Israel
Negara-negara Arab Kecam Pernyataan Netanyahu tentang 'Israel Raya'
Negara-negara Arab seperti Mesir, Yordania, Arab Saudi, Qatar mengecam pernyataan Perdana Menteri Israel Netanyahu tentang misi 'Israel Raya'.
Hingga 22 Juni 2025, Israel menyebutkan bahwa dari para sandera yang telah dibebaskan, masih ada 50 orang yang ditahan di Gaza.
Hamas menegaskan, Operasi Banjir Al-Aqsa dilakukan sebagai bentuk perlawanan terhadap upaya Israel melanggengkan pendudukannya di Palestina sejak berdirinya negara tersebut pada 1948, serta untuk menghentikan pengambilalihan kompleks Masjid Al-Aqsa.
Tak lama setelah serangan 7 Oktober 2023, Israel menutup jalur masuk bantuan ke Gaza dalam rangka menekan Hamas agar menyerah.
Namun, blokade itu memicu kelaparan parah yang menewaskan lebih dari 101 orang, termasuk 80 anak-anak, hingga 22 Juli 2025.
Tekanan internasional membuat Israel akhirnya membuka sebagian jalur bantuan pada akhir Juli 2025. Meski begitu, jumlah bantuan yang diizinkan masuk masih jauh dari kebutuhan dua juta warga Palestina di Gaza.
Bersama Amerika Serikat, Israel kemudian membentuk Gaza Humanitarian Foundation (GHF), sebuah badan khusus penyalur bantuan pangan dan kebutuhan pokok bagi warga Gaza.
GHF beroperasi di sejumlah lokasi, antara lain Tal al-Sultan (Rafah, Gaza selatan), Saudi Neighborhood (permukiman di Rafah selatan), Khan Younis (tengah-selatan Gaza), serta Wadi Gaza (barat Gaza tengah, dekat Kota Gaza).
Sejak mulai beroperasi pada 26 Mei 2025, GHF menggantikan ratusan titik distribusi bantuan yang sebelumnya dikelola MIKO PBB.
Meski demikian, pasukan Israel dilaporkan menembaki ratusan warga Palestina yang tengah mencari bantuan di dekat lokasi GHF.
Sementara itu, upaya gencatan senjata yang dimediasi Qatar dan Mesir masih berjalan lamban.
Media Amerika, Axios, mengabarkan bahwa Israel mempertimbangkan untuk mengirim delegasi tingkat tinggi ke Doha pada akhir pekan ini.
Gencatan senjata terakhir antara Israel dan Hamas berlangsung pada 19 Januari 2025 selama sekitar enam minggu.
Perjanjian tahap pertama itu menghasilkan pembebasan 33 sandera dan ribuan warga Palestina dari kedua belah pihak.
Namun, kegagalan untuk melanjutkan gencatan senjata tahap kedua membuat Israel kembali meluncurkan serangan besar-besaran pada Maret 2025.
Lebih dari 61.722 warga Palestina terbunuh dalam perang genosida Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023, menurut Kementerian Kesehatan Gaza pada hari Rabu (13/8/2025).
Setidaknya 123 jenazah dibawa ke rumah sakit dalam 24 jam terakhir, sementara 437 orang terluka, sehingga jumlah total korban luka menjadi 154.525 sejak perang dimulai, lapor Anadolu Agency.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Benjamin-Netanyahu-Perdana-Menteri-Negara-Israel-3453534.jpg)