Kamis, 9 April 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Penjaga Perdamaian PBB Tewas di Lebanon Selatan, Basis UNIFIL Dihantam Proyektil Misterius

Serangan proyektil hantam posisi UNIFIL di Lebanon selatan, satu penjaga perdamaian tewas dan lainnya kritis.

Ringkasan Berita:
  • Serangan proyektil menghantam posisi UNIFIL di Lebanon selatan dan menewaskan satu penjaga perdamaian PBB serta melukai satu lainnya secara kritis.
  • Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik Israel dan Hizbullah yang kian intens sejak awal Maret di wilayah perbatasan.
  • PBB menyelidiki asal serangan yang diduga menargetkan basis kontingen internasional, termasuk pasukan Indonesia, di zona rawan konflik.

TRIBUNNEWS.COM - Pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi korban dalam serangan proyektil di Lebanon selatan.

Misi Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) melaporkan satu penjaga perdamaian tewas setelah proyektil menghantam posisi mereka.

Insiden tersebut terjadi di dekat Adchit al-Qusayr pada Minggu (29/3/2026) malam.

Satu personel lainnya dilaporkan mengalami luka kritis akibat ledakan tersebut.

Penyelidikan dan Pernyataan Resmi

UNIFIL menyatakan belum mengetahui asal proyektil yang menghantam posisi mereka.

Penyelidikan telah diluncurkan untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.

Dalam pernyataannya, UNIFIL menegaskan bahwa tidak ada pihak yang seharusnya kehilangan nyawa dalam misi perdamaian.

Dugaan Target dan Keterlibatan Kontingen Indonesia

Kantor berita Anadolu Agency melaporkan serangan artileri diduga menghantam markas kontingen Indonesia.

Markas tersebut berada di wilayah Adchit al-Qusayr, Lebanon selatan.

Media Lebanon NNA juga menyebut lokasi itu merupakan bagian dari zona rawan konflik di dekat perbatasan Israel.

Baca juga: Ikut Serangan Militer di Lebanon Selatan, Pesepak Bola Israel Memicu Kemarahan Publik

Eskalasi Konflik Israel dan Hizbullah

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya konflik antara Israel dan Hizbullah.

Pertempuran lintas batas terus berlangsung sejak awal Maret.

Serangan roket dan balasan udara berskala besar menjadi pemicu meningkatnya ketegangan.

Risiko bagi Pasukan Internasional

TRT World melaporkan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian dapat dikategorikan sebagai pelanggaran serius hukum humaniter internasional.

Serangan tersebut juga dinilai melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved