Senin, 27 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.268, Zelensky Ungkap 5 Poin untuk Akhiri Perang

Perang Rusia-Ukraina hari Ke-1.268, Presiden Ukraina Zelensky ungkap 5 poin yang dibahas dengan Eropa untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina.

Kantor Presiden Ukraina
ZELENSKY BERPIDATO - Foto diambil dari Kantor Presiden Ukraina, Selasa (17/6/2025). Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berbicara dalam konferensi pers setelah pertemuannya dengan Presiden Austria Alexander Van der Bellen (tidak terlihat dalam foto), Senin (16/6/2025). Pada 13 Agustus 2025, Zelensky mengungkap 5 poin yang dibahas dengan Eropa untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina. 

TRIBUNNEWS.COM - Perang Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.268 pada Kamis (14/8/2025), memperpanjang perang sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

Dalam perkembangan politik, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkap kesepakatan dengan para pemimpin Eropa untuk mengakhiri perang Rusia di Ukraina.

Kesepakatan itu diumumkan menjelang pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pertama, segala sesuatu yang menyangkut Ukraina harus dibicarakan hanya dengan Ukraina.

Zelensky dan Eropa juga membahas penyusunan format negosiasi trilateral antara Zelensky, Trump, dan Putin.

Lalu, mereka membahas gencatan senjata dan jaminan keamanan, di mana Trump setuju untuk berpartisipasi dalam jaminan keamanan.

Zelensky dan Eropa juga membahas bahwa Rusia seharusnya tidak memiliki hak veto atas keanggotaan Ukraina di NATO.

Mereka juga menekan sanksi jika Rusia tidak menyetujui gencatan senjata selama perundingan di Alaska.

Perang Rusia di Ukraina yang dimulai pada tahun 2022 merupakan buntut panjang dari ketegangan antara Ukraina dan Rusia sejak pecahnya Uni Soviet pada Desember 1991.

Dalam pidato setelah meluncurkan invasinya pada 24 Februari 2022, Putin ia ingin menghilangkan kemampuan militer Ukraina yang dianggap mengancam Rusia, menyingkirkan unsur "neo-Nazi" yang dituduh ada dalam pemerintahan Ukraina, membela etnis Rusia di wilayah Donetsk dan Luhansk dari dugaan penindasan.

Selain itu, Rusia ingin mencegah Ukraina bergabung dengan aliansi NATO atau menjadi basis Barat, dan menolak keberadaan militer NATO di perbatasan Rusia.

Baca juga: Trump Ancam Putin dengan Konsekuensi Berat jika Tak Setop Perang di Ukraina

Jerman akan Beli Paket Militer AS untuk Ukraina

NATO mengatakan Jerman berencana mendanai paket peralatan militer dan amunisi senilai $500 juta (Rp8 triliun) untuk Ukraina yang bersumber dari AS. 

"Pengiriman ini akan membantu Ukraina mempertahankan diri dari agresi Rusia," kata Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, memuji Jerman atas keputusan tersebut.

Kementerian Luar Negeri dan Pertahanan Jerman menyatakan bahwa dukungan tersebut difokuskan pada peralatan seperti kemampuan pertahanan udara yang krusial untuk melawan serangan udara Rusia yang semakin banyak menewaskan warga sipil di seluruh Ukraina.

Belanda dan Swedia juga telah menjanjikan kontribusi besar.

Jerman: Ukraina Siap Membahas Isu Teritorial

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved