Minggu, 17 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Ukraina Tembakkan Puluhan Drone ke Volgograd dan Belgorod, Kilang Minyak Terbakar

Ukraina menyerang Volgograd dan Belgorod dengan puluhan drone. Kilang minyak terbakar, tiga warga Rusia terluka, satu warga Ukraina tewas.

Tayang:
Editor: Nuryanti
tangkap layar/tmt
DIHANTAM SERANGAN DRONE - Satu di antara lokasi serangan drone Ukraina di Belgorod, Rusia Barat, pada Selasa (29/4/2025). Ukraina menembakkan puluhan pesawat tak berawak ke wilayah selatan Rusia, termasuk Volgograd dan Belgorod, pada Rabu (13/8/2025) malam waktu setempat. 

TRIBUNNEWS.COM - Ukraina menembakkan puluhan pesawat tak berawak atau drone ke wilayah selatan Rusia, termasuk Volgograd dan Belgorod, pada Rabu (13/8/2025) malam waktu setempat.

Volgograd dan Belgorod adalah dua wilayah penting di Rusia yang menjadi sasaran serangan drone Ukraina pada 13–14 Agustus 2025.

Volgograd terletak di selatan Rusia dan dikenal sebagai pusat industri, termasuk kilang minyak besar milik Lukoil.

Gubernur Andrei Bocharov melaporkan bahwa puing-puing dari drone Ukraina menyebabkan kebakaran dan tumpahan minyak di kilang tersebut, Yahoo.com melaporkan.

Dikutip dari The Moscow Times, Belgorod adalah wilayah perbatasan yang berbatasan langsung dengan Ukraina.

Gubernur Vyacheslav Gladkov menyatakan bahwa sebuah drone menghantam mobil di pusat kota, menyebabkan tiga orang terluka, termasuk satu korban dengan luka serius akibat serpihan.

Serangan ini terjadi menjelang pertemuan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di Downing Street.

Downing Street adalah jalan bersejarah di Westminster, London, yang menjadi pusat pemerintahan Inggris.

Gubernur Wilayah Volgograd, Andrei Bocharov, menyatakan bahwa serangan drone menyebabkan kebakaran di Kilang Minyak Volgograd.

Kilang Minyak Volgograd lokasinya berada dalam radius 10–15 kilometer dari pusat administratif Volgograd. 

“Akibat puing-puing yang berjatuhan, produk minyak tumpah dan terbakar,” tulis Bocharov dalam pernyataan di Telegram.

Baca juga: WhatsApp Benarkan Kabar Aplikasinya Diblokir Pemerintah Rusia

Ia menambahkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Sementara itu, Gubernur Belgorod, Vyacheslav Gladkov, melaporkan bahwa sebuah drone Ukraina menyerang mobil di pusat kota Belgorod.

Serangan tersebut menyebabkan kendaraan terbakar dan melukai tiga orang.

Di sisi lain, Ukraina juga mengalami serangan dari Rusia.

Militer Ukraina melaporkan bahwa satu orang tewas dan satu lainnya terluka dalam serangan di wilayah Kharkiv.

“Militer Rusia menembaki desa Kivsharivka. Seorang penduduk setempat menderita luka ledakan yang fatal dan meninggal di dalam ambulans,” tulis pernyataan militer Ukraina di Telegram.

Serangan juga terjadi di kota Kupiansk, di mana seorang perempuan berusia 72 tahun terluka akibat drone Rusia.

“Penjajah mengirimkan pesawat tanpa awak musuh ke Kupiansk,” tambah pernyataan tersebut.

BBC News melaporkan bahwa serangan lintas batas ini menandai eskalasi baru dalam konflik Rusia-Ukraina yang telah berlangsung sejak 2022.

Kedua belah pihak terus melancarkan serangan udara, dengan korban sipil di kedua sisi.

Peristiwa Perang Rusia-Ukraina

Awal mula konflik Rusia-Ukraina dimulai setelah runtuhnya Uni Soviet pada 1991, ketika Ukraina mendeklarasikan kemerdekaannya.

Ketegangan meningkat drastis setelah Revolusi Euromaidan 2014, yang mendorong Rusia mencaplok Krimea dan mendukung separatis di Donbas.

Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.268, Zelensky Ungkap 5 Poin untuk Akhiri Perang

Konflik ini akhirnya meletus menjadi invasi skala penuh oleh Rusia pada Februari 2022.

Dalam bayang-bayang perang yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, Jerman berencana mendanai paket peralatan militer dan amunisi senilai 500 juta dolar AS untuk Ukraina yang bersumber dari Amerika Serikat.

NATO mengumumkan rencana tersebut pada Rabu (13/8/2025).

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer akan menyambut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di London pada Kamis (14/8/2025).

Informasi itu disampaikan kantor perdana menteri Inggris.

Pertemuan ini berlangsung di hari ke-1.268 sejak dimulainya invasi Rusia ke Ukraina.

Jerman Danai Bantuan Militer untuk Ukraina

Dikutip dari The Guardian, Ketua NATO Mark Rutte memuji Jerman atas keputusan itu.

"Pengiriman ini akan membantu Ukraina mempertahankan diri dari agresi Rusia," kata Rutte.

Kementerian Luar Negeri dan Pertahanan Jerman menyatakan dukungan ini difokuskan pada peralatan seperti kemampuan pertahanan udara yang krusial.

Peralatan tersebut diharapkan dapat melawan serangan udara Rusia yang semakin banyak menewaskan warga sipil di seluruh Ukraina.

Belanda dan Swedia juga telah menjanjikan kontribusi besar untuk Ukraina.

Langkah Jerman Menyusul Peringatan Trump ke Putin

Langkah Jerman ini diambil setelah Donald Trump mengatakan akan ada konsekuensi yang sangat berat jika Vladimir Putin tidak setuju menghentikan perang di Ukraina.

Pernyataan itu disampaikan menjelang pertemuan puncak antara presiden AS dan Rusia di Alaska pada Jumat (15/8/2025).

Trump mengeluarkan pernyataan tersebut setelah pertemuan virtual dengan para pemimpin Eropa, termasuk Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Zelensky mengatakan kepada kelompok itu bahwa Putin menggertak tentang upaya perdamaian.

"Dia mencoba memberikan tekanan sebelum pertemuan di Alaska di seluruh wilayah front Ukraina," kata Zelensky.

Pernyataan itu muncul di tengah serangan tajam pasukan Rusia ke Ukraina timur dalam beberapa hari terakhir.

"Rusia berusaha menunjukkan bahwa mereka dapat menduduki seluruh Ukraina," ujar Zelensky.

Baca juga: Gedung Putih Ungkap Alasan Trump Ogah Undang Zelensky di KTT Alaska, Takut Ribut Dengan Rusia?

Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan para pemimpin telah melakukan diskusi yang konstruktif dan baik dengan Trump.

Starmer Sambut Zelensky, Bahas Gencatan Senjata Ukraina

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer akan menyambut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di London pada Kamis (14/8/2025).

Informasi ini disampaikan kantor perdana menteri Inggris pada Rabu.
Starmer mengatakan kini terdapat peluang yang layak untuk gencatan senjata di Ukraina.

Ia menjelaskan para pendukung militer Ukraina, yang disebut koalisi yang bersedia, telah menyusun rencana militer efektif jika terjadi gencatan senjata.

Koalisi itu juga siap menekan Rusia melalui sanksi.

"Selama tiga setengah tahun konflik ini berlangsung, kita belum menemukan cara yang layak untuk mencapai gencatan senjata," kata Starmer pada pertemuan Eropa.

"Namun sekarang kita memiliki peluang itu, berkat upaya yang telah dilakukan oleh presiden Amerika Serikat," ujarnya.

(Tribunnews.com/ Andari Wulan Nugrahani)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved