Konflik Palestina Vs Israel
PBB Tuding Israel Jadikan Kelaparan Gaza Senjata Pemusnahan, Apa Buktinya?
PBB menuding Israel dengan sengaja menjadikan krisis kelaparan yang melanda Gaza sebagai alat strategi perang melawan Hamas.
TRIBUNNEWS.COM - Kepala Kantor organisasi kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Tom Fletcher menuding Israel dengan sengaja menjadikan krisis kelaparan yang melanda Gaza sebagai alat strategi perang melawan Hamas.
Dalam keterangan resmi yang dikutip dari Anadolu, Fletcher menyatakan bahwa krisis yang melanda Jalur Gaza merupakan bencana yang dapat diprediksi dan seharusnya bisa dicegah.
Namun Israel sengaja memperparah keadaan dengan melakukan blokade dan pembatasan bantuan yang akan masuk ke wilayah Gaza.
“Ini adalah bencana kelaparan yang sebenarnya bisa kita hindari seandainya kita diizinkan,” kata Tom Fletcher.
Dalam konferensi pers di Jenewa, Fletcher menjelaskan bahwa ribuan ton bahan makanan sebenarnya sudah tersedia dan menumpuk di perbatasan Gaza.
Akan tetapi akses masuk barang ke wilayah perbatasan Rafah dengan sengaja ditutup, tak sampai disitu otoritas Israel turut mempersulit izin terbatas, menyita barang bantuan,
Rafah adalah sebuah kota yang terletak di perbatasan paling selatan Jalur Gaza, berbatasan langsung dengan Mesir, tepatnya di Semenanjung Sinai.
Perbatasan Rafah menjadi salah satu jalur keluar-masuk utama bagi lebih dari 2,3 juta penduduk Gaza, terutama karena jalur perbatasan lain yang dikuasai Israel sangat terbatas atau ditutup ketat.
Israel beralasan bahwa setiap barang yang masuk ke Gaza lewat Rafah berpotensi disalahgunakan oleh Hamas.
Mereka khawatir jika kelompok bersenjata dapat menyelundupkan senjata, bahan peledak, hingga komponen roket dengan kedok bantuan kemanusiaan.
Oleh karena itu, izin masuk barang sangat dibatasi dan melalui pemeriksaan ketat, dengan harapan melemahkan dukungan publik terhadap Hamas di Gaza.
Baca juga: Bela Gaza, Menlu Belanda Rela Lepas Jabatan Kabinet Gegara Gagal Sepakati Sanksi Israel
Namun Fletcher menilai pernyataan Israel hanyalah kedok belaka, negara Yahudi itu sengaja menjadikan pembatasan pangan sebagai bentuk tekanan politik dan militer terhadap warga Gaza.
“Ini bukan soal kekurangan pasokan makanan di wilayah sekitar Gaza. Stok ada, tetapi ditahan hanya beberapa ratus meter dari penduduk yang kelaparan,” tegas Fletcher.
Hal senada juga diungkap lembaga hak asasi manusia. Human Rights Watch yang menyebut Israel melakukan kejahatan dengan menggunakan kelaparan sebagai metode perang.
Sementara Pelapor Khusus PBB untuk Hak Atas Pangan, Michael Fakhri, menggambarkan kondisi di Gaza sebagai “kelaparan abad ke-21 yang diawasi drone dan teknologi militer tercanggih dalam sejarah.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/KRISIS-PANGAN-GAZA-rrf.jpg)