Konflik Palestina Vs Israel
Video: Robot Peledak Israel Guncang Jabalia, Pengeboman Besar-besaran Malam Hari
tentara Israel melancarkan operasi pengeboman besar-besaran terhadap permukiman penduduk di daerah Jabalia pada malam hari.
Video: Robot Peledak Israel Guncang Jabalia, Pengeboman Besar-besaran Malam Hari
TRIBUNNEWS.COM - Ledakan besar mengguncang wilayah Jabalia, di Jalur Gaza utara menyusul pemboman yang dilakukan oleh tentara pendudukan Israel menggunakan robot peledak pada Minggu (24/8/2025) dini hari.
Media Palestina melaporkan, pasukan pendudukan Israel meledakkan empat robot jebakan di daerah Zarqa, Jabalia al-Balad, utara Jalur Gaza.
Baca juga: Petempur Brigade Qassam Coba Culik Tentara Israel dalam Serangan ke Pos Brigade Kfir di Khan Younis
Media melaporkan, tentara Israel melancarkan operasi pengeboman besar-besaran terhadap permukiman penduduk di daerah Jabalia pada malam hari.
Foto dan video mendokumentasikan momen ledakan dahsyat yang mengguncang Jabalia.
Ancam Hancurkan Gaza
Meningkatnya agresi militer Israel ini datang bersama pernyataan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz yang mengancam akan membuat Kota Gaza bernasib sama seperti Rafah dan Beit Hanoun.
Dua wilayah ini sebelumnya hancur akibat operasi militer Israel.
Ancaman tersebut dilontarkan lantaran kelompok pejuang untuk kemerdekaan Palestina, Hamas tak kunjung menyetujui syarat-syarat yang diajukan Tel Aviv.
Syarat yang dimaksud yakni tuntutan agar Hamas melucuti semua persenjataan, termasuk roket, mortir, senjata ringan, hingga infrastruktur militer bawah tanah (terowongan).
Tel Aviv menyebut langkah ini sebagai syarat mutlak untuk menghentikan konflik dan menjamin keamanan nasional Israel.
Menurut otoritas Israel, keberadaan senjata di tangan Hamas dianggap sebagai ancaman langsung terhadap warga dan wilayah Israel.
Mengutip laporan ABC News, Hamas diketahui memiliki roket jarak pendek hingga menengah, mortir, senjata ringan, dan jaringan terowongan bawah tanah yang selama ini digunakan untuk melancarkan serangan ke wilayah Israel
Trauma serangan 7 Oktober 2023, yang menewaskan lebih dari 1.200 warga Israel, menjadi alasan kuat bagi pemerintah Israel untuk mendesak pelucutan senjata Hamas.
Tel Aviv menilai, selama Hamas masih memiliki kekuatan militer, potensi serangan serupa tetap terbuka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ledakan-robot-peledak-Tentara-Israel.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.