Minggu, 31 Agustus 2025

Konflik Palestina Vs Israel

Australia Usir Dubes Iran usai Serangan Anti-Yahudi Tahun Lalu, Teheran Janjikan Pembalasan

Australia usir Dubes Iran Ahmad Sadeghi terkait serangan anti-Yahudi. Teheran tolak tuduhan dan janji balasan diplomatik.

X/@IRIMFA_EN
DUBES IRAN DIUSIR. Gambar dibagikan X/@IRIMFA_EN menunjukkan Duta Besar Iran Ahmad Sadeghi. Australia mengusir Duta Besar Iran Ahmad Sadeghi dan tiga pejabat lainnya setelah menuduh Teheran berada di balik serangan anti-Yahudi di Sydney dan Melbourne. 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, “dengan tegas menolak” tuduhan Australia.

Ia menilai langkah itu dipengaruhi situasi politik domestik Australia, termasuk gelombang demonstrasi pro-Palestina terbesar dalam sejarah negara tersebut.

“Setiap tindakan tidak pantas dan tidak dapat dibenarkan di tingkat diplomatik akan mendapat reaksi balasan,” kata Baghaei, dikutip Al Jazeera.

Ia menambahkan keputusan Australia tampak dimaksudkan untuk mengimbangi kritik terbatas pemerintahnya terhadap Israel.

Foad Izadi, profesor studi dunia di Universitas Teheran, menyebut Sadeghi adalah sosok yang vokal mendukung perjuangan Palestina.

Menurutnya, itu menjadi alasan utama pengusiran. “Pemerintah Australia takut dengan rakyatnya sendiri dan tuntutan mereka untuk menentang genosida di Palestina,” ujarnya.

IRGC Dicatat sebagai Teroris

Selain mengusir Sadeghi, Albanese mengatakan pemerintahnya akan membuat undang-undang untuk memasukkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) ke daftar organisasi teroris.

Organisasi Intelijen Keamanan Australia saat ini tengah menyelidiki dugaan keterlibatan IRGC dalam sejumlah serangan sejak pecahnya perang Gaza pada Oktober 2023.

Izadi membantah tuduhan itu dengan mengatakan belum ada bukti yang diberikan Canberra.

“Australia berpihak pada Israel dan mengabaikan kritik publiknya sendiri,” katanya.

Memanasnya Hubungan Australia–Israel

Pengusiran Dubes Iran terjadi saat hubungan Australia–Israel juga memburuk.

Canberra belakangan mengkritik blokade pangan Israel di Gaza serta bergabung dengan Prancis, Inggris, dan Kanada dalam mengakui negara Palestina di Majelis Umum PBB pada September lalu.

Baca juga: Hamas Bantah Klaim Israel, 21 Korban Tewas di Rumah Sakit Nasser Bukan Anggota Pejuang

Pekan lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut Albanese sebagai “politisi lemah yang mengkhianati Israel”.

Pemerintah Australia membalas keras melalui Menteri Dalam Negeri Tony Burke.

“Kekuatan tidak diukur dari berapa banyak orang yang dapat Anda ledakkan atau berapa banyak anak yang dapat Anda biarkan kelaparan.”

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan