Minggu, 31 Agustus 2025

Konflik Palestina Vs Israel

Trump Pimpin Pertemuan Soal Masa Depan Gaza di Gedung Putih Tanpa Libatkan Suara Palestina

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan memimpin 'pertemuan besar' di Gedung Putih pada hari Rabu (27/8/2025).

whitehouse.gov
DONALD TRUMP - Foto ini diambil dari laman whitehouse.gov pada Jumat (4/7/2025) yang menampilkan Presiden Trump menyampaikan pidato di sebuah acara tentang “One Big Beautiful Bill Act”. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan memimpin 'pertemuan besar' di Gedung Putih pada hari Rabu (27/8/2025). 

Pengumuman pertemuan ini bertepatan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang akan menerima Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar untuk membicarakan fokus serupa terkait Gaza di Washington, D.C.

Rencana Pascaperang Trump untuk Gaza

Rencana yang diajukan oleh Presiden Trump untuk masa depan Gaza cukup kontroversial dan menjadi perbincangan panas di panggung internasional. 

Dalam rencana tersebut, Trump mengusulkan agar Amerika Serikat mengambil alih kendali atas Jalur Gaza setelah perang usai. 

Namun, bagian paling mengundang kritik adalah gagasannya untuk memindahkan sekitar dua juta penduduk Palestina dari wilayah tersebut, sebuah langkah yang dinilai banyak pihak sebagai pengusiran massal. 

Setelah itu, Trump berencana untuk membangun kembali Gaza menjadi kawasan elite yang megah, yang ia sebut sebagai “Riviera Timur Tengah,” yang diklaim sebagai sebuah proyek real estat ambisius yang bertujuan mengubah citra wilayah yang selama ini dikenal sebagai daerah konflik menjadi destinasi modern dan maju. 

Ia juga menekankan perlunya membersihkan puing-puing dan bom yang belum meledak sebagai bagian dari proses rekonstruksi ini. 

Rencana ini mendapatkan sambutan positif dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, namun menuai kecaman keras dari banyak negara Eropa, Arab, dan organisasi internasional yang menganggapnya tidak hanya mengabaikan hak-hak rakyat Palestina, tetapi juga berpotensi melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan dan kedaulatan wilayah.

Serangan Israel yang berlangsung sejak Oktober 2023 telah menyebabkan bencana kemanusiaan besar di Gaza, termasuk krisis kelaparan yang parah dan pengungsian massal. 

Pengadilan Kriminal Internasional bahkan mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Konflik ini tidak hanya menjadi masalah kemanusiaan, tetapi juga telah membawa isu genosida yang tengah disidangkan di Mahkamah Internasional.

Dalam konteks tersebut, langkah yang dilakukan oleh Presiden Trump dan Gedung Putih menjadi sangat krusial dan diawasi ketat oleh komunitas internasional.

(Tribunnews.com/Farra)

Artikel Lain Terkait Donald Trump dan Konflik Palestina vs Israel

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan