Pilot F-35 Habiskan Waktu 50 Menit Berkomunikasi dengan Teknisi sebelum Pesawatnya Jatuh di Alaska
Hasil investigasi kecelakaan jet tempur F-35 pada Januari lalu di Alaska telah dirilis, ada beberapa faktor yang berkontribusi pada insiden ini.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Sri Juliati
Dewan Investigasi Kecelakaan Angkatan Udara menyimpulkan bahwa beberapa faktor berkontribusi terhadap insiden ini, termasuk:
- Pengambilan keputusan kru, termasuk saat panggilan konferensi.
- Kurangnya pengawasan pada program bahan berbahaya, khususnya penyimpanan dan distribusi cairan hidrolik.
- Tidak dipatuhinya prosedur servis hidrolik sesuai panduan.
Rekam Jejak F-35
Mengutip Business Insider, jet tempur generasi kelima F-35, yang dioperasikan oleh 19 negara, telah terlibat dalam sekitar 12 kecelakaan besar sejak pertama kali diperkenalkan pada 2018.
Insiden terbaru terjadi pada Juli 2025, ketika salah satu jet jatuh di sebuah lapangan di California.
Meski demikian, tingkat kecelakaan secara keseluruhan masih tergolong rendah.
Program F-35 sendiri kerap menuai kritik karena biaya pengembangan yang membengkak dan tantangan teknis yang memicu penundaan.
Beberapa pihak bahkan mengusulkan untuk mengganti pesawat tempur berawak dengan drone tempur.
Namun, hingga kini, F-35 tetap menjadi elemen kunci kekuatan udara AS dan sekutunya.
Kecanggihan F-35 Lightning II
Mengutip Economic Times, F-35 adalah jet tempur multiperan generasi kelima milik Angkatan Udara Amerika Serikat.
Jet ini memiliki kemampuan unggul untuk bertahan di lingkungan ancaman canggih dan dirancang agar tetap mampu beroperasi.
Dengan performa aerodinamis dan avionik terintegrasi yang mutakhir, F-35 menghadirkan kemampuan siluman generasi baru, kewaspadaan situasional yang lebih baik, serta mengurangi kerentanan bagi Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya.
F-35 adalah pesawat tempur multiperan yang lincah, serbaguna, berkinerja tinggi, dan berkemampuan manuver ekstrem.
Jet ini menggabungkan teknologi siluman, fusi sensor, dan kesadaran situasional yang luar biasa.
Baca juga: Putin Dikawal Pulang ke Rusia dengan Jet Tempur Canggih F-35, Kremlin Unggah Video dari dalam Kabin
Paket sensor canggih F-35 dirancang untuk mengumpulkan, menggabungkan, dan mendistribusikan lebih banyak informasi, memberikan pilot keunggulan menentukan atas lawan.
F-35 juga mampu memberikan identifikasi target yang akurat serta serangan presisi dalam segala kondisi cuaca.
Pentingnya Kursi Pelontar pada Jet Tempur
Dari insiden ini, pilot bisa selamat berkat adanya kursi pelontar pada jet tempur F-35.
Sumber: TribunSolo.com
Daftar 4 Tim Lolos 8 Besar Piala Dunia Voli U21 2025 Putra, Amerika Serikat dan Iran Unbeaten |
![]() |
---|
TNI Gelar Latihan Pertempuran Jarak Dekat Hingga Patroli Hutan dengan Tentara AS dan Jepang |
![]() |
---|
Trump Bikin Geger, Ganti Pentagon Jadi Departemen Perang, Era Baru Militer Amerika? |
![]() |
---|
Zelensky: Ukraina Kini Gunakan Senjata Buatan Sendiri untuk Serang Rusia, Tidak Perlu Izin Amerika |
![]() |
---|
Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional Lobi Amerika Agar Produk Ekraf Indonesia Mendapat Insentif Lebih |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.