Senin, 1 September 2025

Donald Trump Pimpin Amerika Serikat

Maduro Tantang Trump: Bawa Ribuan Tentara, AS Tetap Tak Akan Bisa Taklukkan Venezuela

Presiden Venezuela tantang balik Donald Trump, sesumbar bahwa AS tidak akan mampu menginvasi negaranya meski Washington mengerahkan pasukan tempur

Kolase X/@realDonaldTrump dan Instagram @nicolasmaduro
PERANG KARTEL NARKOBA - Kolase foto dari X/@realDonaldTrump dan Instagram Presiden Venezuela, Nicolas Maduro @nicolasmaduro, Selasa (26/8/2025). Presiden Venezuela tantang balik Donald Trump, sesumbar bahwa AS tidak akan mampu menginvasi negaranya meski Washington meningkatkan tekanan terhadap Maduro dengan mengerahkan kapal perang, ribuan marinir, dan aset militer ke kawasan Karibia serta Amerika Latin, Senin (25/8/2025). 

Sementara Maduro, yang menggantikan tokoh sosialis Hugo Chavez sejak tahun 2013, menuduh Trump berupaya melakukan perubahan rezim di Venezuela.

Venezuela Ambil Sikap, Kerahkan Kapal Perang

Sebagai langkah awal, angkatan bersenjata Venezuela mengirimkan kapal perang dan pesawat nirawak (drone) untuk melakukan patroli intensif di sepanjang garis pantai.

Langkah ini dimaksudkan untuk mengawasi pergerakan armada laut AS yang disebut semakin mendekati perairan teritorial Venezuela.

Drone digunakan untuk memperluas jangkauan pengawasan, sekaligus memberi data real-time kepada markas militer guna mencegah potensi pelanggaran batas wilayah.

Tak hanya itu, Caracas juga menurunkan 15.000 tentara ke perbatasan Kolombia.

Pemerintah menyebut pengerahan pasukan darat tersebut bertujuan menindak perdagangan narkoba lintas batas dan menekan aktivitas kelompok kriminal yang beroperasi di kawasan perbatasan.

Upaya tersebut dipandang sebagai sinyal ganda, melawan ancaman eksternal sekaligus menunjukkan kemampuan menjaga stabilitas dalam negeri.

Maduro dalam pidatonya menegaskan bahwa Venezuela kini berada dalam kondisi “lebih siap daripada sebelumnya” untuk menghadapi segala bentuk ancaman.

Ia menegaskan pengerahan militer bukan sekadar demonstrasi kekuatan, melainkan bagian dari strategi pertahanan menyeluruh untuk melindungi rakyat, kedaulatan, dan integritas wilayah.

Situasi ini menunjukkan bahwa Caracas tidak tinggal diam menghadapi tekanan Washington.

Dengan kekuatan laut, udara, dan darat yang digerakkan serentak, Venezuela ingin memastikan bahwa invasi militer asing meskipun hanya berupa manuver ancaman akan dijawab dengan langkah tegas di lapangan.

(Tribunnews.com / Namira)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan