Ketika Seni Menyoroti Darurat E-Waste di Indonesia
Angelika Saraswati, seniman gen Z, mengubah e-waste atau limbah elektronik menjadi karya instalasi seni. Lewat karyanya, ia menyisipkan…
Situasi ini berpotensi semakin buruk. Prediksi yang dilaporkan dalam Future E-Waste Scenarios tahun 2019, jumlah e-waste di Asia diperkirakan bisa meningkat hingga tiga kali lipat pada 2050 jika tidak ada perhatian serius terhadap pengelolaannya.
Sebagian besar e-waste di Indonesia masih ditangani sektor informal yang minim perlindungan kesehatan dan lingkungan. Praktik pembongkaran manual tanpa standar keselamatan berisiko melepaskan zat beracun ke udara, tanah, dan sumber air, sekaligus membahayakan para pekerjanya.
Dampaknya memang tidak selalu terlihat seketika, tetapi bersifat kumulatif dan jangka panjang. Karena itulah krisis ini kerap luput dari perhatian.
Membangun kesadaran lingkungan lewat seni
Sebagai seniman gen Z, Angelika menaruh harapan besar pada peran anak muda dalam menghadapi krisis lingkungan, termasuk e-waste. Ia melihat generasinya bukan hanya sebagai konsumen teknologi, tetapi juga agen perubahan.
"Anak muda harus lebih bertanggung jawab dengan limbah yang mereka hasilkan. Hal kecil seperti memilah sampah untuk diberikan ke bank sampah, mendaur ulang dan mengompos akan memberi dampak baik di masa depan,” ungkapnya kepada DW Indonesia.
Ia juga menyoroti pola konsumsi yang serba cepat mengikuti tren yang terus berganti, “Kenapa kita harus selalu updated dengan gawai-gawai terbaru? Padahal gawai yang kita gunakan masih bisa berfungsi dengan baik. Kalau rusak, lebih baik coba perbaiki dulu atau pertimbangkan membeli barang elektronik yang bekas, tapi masih layak guna.”
Di tangan Angelika Saraswati, limbah elektronik tak lagi sekadar tumpukan sisa teknologi. Ia disusun ulang menjadi pengingat bahwa setiap perangkat yang kita gunakan meninggalkan jejak yang tak berhenti saat barang itu rusak.
Perempuan ini berharap karya-karyanya tidak berhenti sebagai objek seni yang hanya bisa dilihat, tetapi bisa menggeser cara pandang dan memantik tindakan nyata dalam cara masyarakat memperlakukan sampah elektronik.
Editor: Tezar Aditya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BDeutsche-Welle76947125_403.jpg.jpg)