Iran Vs Amerika Memanas
Perang Iran Hari ke-66: Trump Luncurkan 'Proyek Kebebasan' di Hormuz, Iran Ancam Serang Pasukan AS
Trump luncurkan misi “Proyek Kebebasan” di Selat Hormuz untuk bebaskan kapal terjebak, sementara Iran ancam akan serang pasukan asing yang masuk.
Ringkasan Berita:
- Ketegangan meningkat di tengah mandeknya diplomasi dan gangguan terhadap jalur energi global.
- Perang Iran memasuki hari ke-66, Senin (4/5/2026) dengan eskalasi baru setelah AS mengumumkan misi angkatan laut di Selat Hormuz.
- Iran merespons dengan ancaman tegas terhadap setiap pasukan asing yang mendekat.
TRIBUNNEWS.COM - Perang Iran memasuki hari ke-66, Senin (4/5/2026).
Ketegangan semakin meningkat di kawasan Timur Tengah, terutama di jalur strategis Selat Hormuz.
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan misi angkatan laut baru bernama Proyek Kebebasan untuk membantu kapal-kapal yang terjebak akibat blokade de facto Iran di Selat Hormuz.
Trump menyatakan, operasi tersebut akan dimulai pada hari Senin, dengan tujuan memastikan kelancaran navigasi di jalur vital energi global itu.
“AS akan membantu membebaskan kapal-kapal yang terdampar,” kata Trump, meski tidak merinci teknis operasi tersebut.
Al Jazeera melaporkan, Selat Hormuz merupakan jalur yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia, sehingga setiap gangguan berdampak besar pada pasar global.
Meski demikian, harga minyak dunia tidak langsung turun setelah pengumuman tersebut, dengan patokan Brent tercatat relatif stabil.
Di Iran
Militer Iran merespons keras rencana AS tersebut, dengan memperingatkan akan menyerang setiap pasukan asing yang memasuki wilayah selat.
“Setiap pasukan bersenjata asing, terutama Angkatan Darat AS yang agresif, akan diserang jika mereka mencoba mendekati dan memasuki Selat Hormuz,” demikian pernyataan militer Iran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, juga menyebut tindakan AS sebagai langkah sepihak yang melanggar hukum internasional.
Sementara itu, Iran mengonfirmasi telah menerima tanggapan dari AS atas proposal perdamaian terbaru, meski sebelumnya Trump menilai usulan tersebut “tidak dapat diterima”.
Baca juga: Militer Iran Peringatkan Akan Menargetkan Pasukan Asing yang Mendekati Selat Hormuz
Di Amerika Serikat
Di sisi lain, Washington terus menunjukkan komitmen militernya di kawasan.
Trump menyebut, banyak kapal dan awaknya kini “terkurung” di Selat Hormuz dan mulai kehabisan logistik akibat konflik berkepanjangan.
Reuters melaporkan, AS juga telah mengevakuasi 22 awak kapal Iran ke Pakistan sebagai bagian dari langkah yang disebut “membangun kepercayaan”.