Mengapa rakyat India diminta tidak membeli emas selama setahun?
Rakyat India didesak menghentikan pembelian emas selama setahun, seiring dampak ekonomi yang makin meluas akibat perang AS-Israel…
Perajin lain dari ibu kota, Abhishek Agarwal, mengatakan para pelaku usaha "khawatir" mereka akan kesulitan bertahan jika masyarakat berhenti membeli emas.
Impor non-esensial
Lebih dari 90% kebutuhan emas India berasal dari impor, kata Profesor Sundaravalli Narayanaswami, kepala India Gold Policy Centre di Indian Institute of Management Ahmedabad, kepada BBC.
"Setiap tahun, 600 hingga 700 ton emas diimpor dan ekspor sangat rendah, sehingga emas ini menumpuk di rumah," ujarnya.
Perempuan India sering disebut memiliki sekitar 11?dangan emas dunia, meskipun angka ini sulit diverifikasi dan estimasinya bervariasi.
Di India—dan juga secara global—emas dipandang oleh banyak orang sebagai investasi yang aman di tengah ketidakpastian, sehingga permintaannya dapat tetap tinggi bahkan saat krisis ekonomi.
Harga emas telah meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir, bahkan menembus angka US$5.000 (sekitar Rp88 juta) per ounce atau 28 gram untuk pertama kalinya pada Januari.
Emas menyumbang sekitar 9?ri total impor negara tersebut.
Tapi, tidak seperti minyak, emas umumnya tidak dianggap sebagai kebutuhan esensial karena lebih banyak dibeli sebagai perhiasan atau instrumen investasi, bukan untuk produksi industri.
Pada masa lalu, India telah mencoba menekan impor emas berlebihan di saat tekanan ekonomi, dengan menaikkan bea masuk serta mendorong opsi investasi alternatif yang tidak melibatkan kepemilikan emas fisik.
Apa dampaknya?
Selain menahan diri supaya tidak membeli emas, Modi juga mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum, berbagi kendaraan, bekerja dari rumah, serta membatasi perjalanan luar negeri yang tidak penting guna mengurangi konsumsi bahan bakar.
Dia juga meminta keluarga mengurangi penggunaan minyak goreng dan meminta para petani untuk menekan pemakaian pupuk.
Pemerintah di berbagai negara lain juga telah memperkenalkan sejumlah langkah serupa demi mengatasi lonjakan harga bahan bakar.
Sebagai contoh, sistem kuota bahan bakar untuk kendaraan telah diterapkan dan lembaga pemerintah diminta mengurangi penggunaan energi di Sri Lanka; sementara di Thailand, masyarakat diminta mengurangi penggunaan pendingin udara.
Di tempat lain, Mesir sebelumnya memerintahkan toko dan restoran tutup lebih awal, sementara Mozambik menyarankan warganya bekerja dari rumah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BBC-Indonesiadd0ffe30-4e02-11f1-b55d-0f258dce1735.jpg.jpg)