Selasa, 2 Juni 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-1.293, Zelensky: Putin Ingin Duduki Seluruh Ukraina

Perang Rusia-Ukraina hari ke-1.293, Presiden Ukraina Zelensky mengatakan tujuan Presiden Rusia Putin adalah menduduki semua wilayah Ukraina.

Tayang:
Facebook Zelensky
PRESIDEN UKRAINA ZELENSKY - Gambar diambil dari Facebook Presiden Ukraina pada Senin (8/9/2025), memperlihatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berbicara dalam pertemuan "Coalition of the Willings" di Paris, Prancis, pada 4 September 2025. 

TRIBUNNEWS.COM - Perang Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.293 pada Senin (8/9/2025), memperpanjang perang sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

Dalam perkembangan politik, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan bahwa bagi Ukraina, kemenangan berarti tetap bisa bertahan sebagai negara merdeka.

Dalam wawancara dengan ABC News, ia mengatakan bahwa tujuan Presiden Rusia Vladimir Putin adalah menduduki seluruh Ukraina

Namun, selama hal itu tidak terjadi, Ukraina merasa masih menang.

"Bagi kami, bertahan hidup sudah merupakan kemenangan, karena itu berarti kami tetap memiliki identitas, negara, dan kemerdekaan," ujar Zelensky pada hari Minggu (7/9/2025).

Perang Rusia–Ukraina yang meletus pada 24 Februari 2022 berawal dari ketegangan panjang sejak bubarnya Uni Soviet tahun 1991.

Sejak Ukraina berdiri sebagai negara merdeka, hubungannya dengan Rusia sering diwarnai perselisihan, terutama soal wilayah, identitas nasional, dan arah politik luar negeri.

Situasi makin panas setelah Revolusi Maidan 2014, yang menjatuhkan presiden pro-Rusia Viktor Yanukovych dan membawa pemerintahan baru yang lebih condong ke Barat.

Tak lama kemudian, Rusia mencaplok Krimea dan mendukung kelompok separatis di Donetsk dan Luhansk, sehingga memicu konflik berkepanjangan di wilayah Donbas.

Saat mengumumkan invasi penuh pada Februari 2022, Presiden Vladimir Putin menyatakan tujuan “operasi militer khusus” adalah melemahkan militer Ukraina yang dianggap berbahaya bagi Rusia.

Ia juga menuduh adanya pengaruh “neo-Nazi” di pemerintahan Ukraina serta mengklaim Rusia harus melindungi warga keturunan Rusia di Donetsk dan Luhansk.

Baca juga: Fakta Seputar Serangan Terdahsyat Rusia ke Jantung Ukraina: Kiev Diguyur 800 Drone, 13 Rudal

Selain itu, Kremlin menolak keras keinginan Ukraina untuk bergabung dengan NATO, karena menganggap kehadiran aliansi militer Barat di perbatasan Rusia sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasionalnya, dikutip dari EBSCO.

Foto Kerusakan Kantor Pemerintah di Kyiv yang Diserang Rusia

Perdana Menteri Ukraina Yuliia Svyrydenko membagikan foto-foto yang menunjukkan kerusakan pada gedung Kabinet Menteri akibat serangan Rusia pada hari Minggu.

AKIBAT SERANGAN RUSIA - Gambar diambil dari Facebook PM Ukraina, Senin (8/9/2025), memperlihatkan Perdana Menteri Ukraina, Yuliia Svyrydenko, membagikan foto-foto yang menunjukkan kerusakan pada gedung Kabinet Menteri akibat serangan Rusia pada hari Minggu (7/9/2025).
AKIBAT SERANGAN RUSIA - Gambar diambil dari Facebook PM Ukraina, Senin (8/9/2025), memperlihatkan Perdana Menteri Ukraina, Yuliia Svyrydenko, membagikan foto-foto yang menunjukkan kerusakan pada gedung Kabinet Menteri akibat serangan Rusia pada hari Minggu (7/9/2025). (Facebook PM Ukraina)

Serangan ini adalah yang pertama kali mengenai gedung tersebut sejak perang dimulai.

Menurut Svyrydenko, tidak ada korban luka dalam insiden itu dan kebakaran yang muncul sudah berhasil dipadamkan.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved