Senin, 13 April 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Greta Thunberg Sebut Kapal Pembawa Bantuan Gaza Diserang Drone, Tunisia Membantah

Aktivis Greta Thunberg menyebut kapal armada pembawa bantuan untuk Gaza telah diserang oleh drone di dekat Tunisia. Tunisia langsung membantah.

Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Nuryanti
RNTV/TangkapLayar
MENUJU GAZA - Tangkap layar dari situs RNTV, Kamis (4/9/2025) yang menunjukkan gambar kapal yang sedang menuju Gaza dihasilkan oleh AI. Sebanyak 50 kapal dari 44 negara tergabung dalam armada Sumud Flotia akan menuju Gaza membawa bantuan makanan dan obat-obatan. Salah satu kapal yang ditumpangi oleh Greta Thunberg dan aktivis lainnya diduga ditembak drone di dekat Tunisia. 

TRIBUNNEWS.COM - Aktivis Greta Thunberg bersama Global Sumud Flotilla (GSF) mengaku kapal yang mereka tumpangi telah diserang oleh drone di Tunisia, Afrika Utara, Selasa (9/9/2025).

Greta Thunberg dan para aktivis telah berlayar menuju Gaza dengan 20 kapal GSF sejak 31 Agustus 2025.

Armada GSF kali ini memiliki tujuan untuk menentang blokade Israel dan menjadi ekspedisi terbesar.

Sekitar 20 kapal dari 44 negara bergabung dengan kapal tambahan dari Italia dan Tunisia.

Kini terdapat laporan bahwa kapal yang ditumpangi Greta Thunberg diserang drone di dekat Tunisia.

"Awak kapal dan penumpangnya selamat dan tidak terluka," kata GSF, dikutip dari Ynet.

Greta Thunberg pun merilis sebuah video di Instagramnya dengan menyebut salah satu kapal GSF telah diserang.

"Saat ini saya berada di pelabuhan di Tunisia setelah salah satu kapal kami yang membawa bantuan kemanusiaan dibom," kata Thunberg.

Pada hari Rabu, para aktivis anti-Israel mengklaim ada pesawat tanpa awak yang terbang di atas kapal mereka.

Dalam sebuah video yang diunggah oleh peserta armada, Yasmine Acar, ia terdengar berkata:

"Kami telah mengidentifikasi pesawat tanpa awak pertama. Dari apa yang kami lihat, sekarang ada pesawat tanpa awak di atas setiap kapal di armada."

Baca juga: Aktivis Flotilla: Israel Mungkin akan Tembak Kapal Bantuan Kemanusiaan Gaza

Ia mengatakan para aktivis memantau drone tersebut dengan cermat untuk menentukan modelnya dan “mengapa mereka ada di sini”.

Acar mengatakan pesawat tak berawak itu terlihat ketika armada itu berada sekitar 170 kilometer dari Pulau Mallorca.

Aktivis hak asasi manusia asal Jerman itu mengatakan kapal yang diserang adalah berjenis Family Boat.

Dikutip dari Al Jazeera, kapal tersebut merupakan kapal utama GSF yang membawa para komite pengarahnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved