Minggu, 3 Mei 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Greta Thunberg Sebut Kapal Pembawa Bantuan Gaza Diserang Drone, Tunisia Membantah

Aktivis Greta Thunberg menyebut kapal armada pembawa bantuan untuk Gaza telah diserang oleh drone di dekat Tunisia. Tunisia langsung membantah.

Tayang:
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Nuryanti
RNTV/TangkapLayar
MENUJU GAZA - Tangkap layar dari situs RNTV, Kamis (4/9/2025) yang menunjukkan gambar kapal yang sedang menuju Gaza dihasilkan oleh AI. Sebanyak 50 kapal dari 44 negara tergabung dalam armada Sumud Flotia akan menuju Gaza membawa bantuan makanan dan obat-obatan. Salah satu kapal yang ditumpangi oleh Greta Thunberg dan aktivis lainnya diduga ditembak drone di dekat Tunisia. 

Komite tersebut mencakup Acar, serta aktivis Swedia Greta Thunberg dan aktivis sosial-lingkungan Brasil Thiago Avila.

Acar mengatakan, seluruh awak kapal Family sebelumnya berada di kapal Madleen.

Saif Abukeshek, seorang aktivis Palestina dan anggota komite pengarah GSF, menuduh Israel melancarkan serangan terhadap Family Boat.

"Tidak ada otoritas lain yang akan melakukan serangan seperti itu, kejahatan seperti itu, kecuali otoritas Israel."

"Mereka telah melakukan genosida selama 22 bulan terakhir, dan mereka bersedia menyerang armada kapal yang damai dan tanpa kekerasan," ujarnya dalam sebuah video yang diunggah di laman Instagram resmi GSF.

Abukeshek mengatakan para peserta armada itu bertekad untuk melanjutkan misi mereka meskipun ada serangan terbaru.

"Kami akan terus mematahkan pengepungan di Gaza," ucapnya.

Dibantah Garda Nasional Tunisia

Seorang juru bicara Garda Nasional Tunisia mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa penyelidikannya menunjukkan insiden di atas Kapal Keluarga terjadi setelah jaket penyelamat di kapal terbakar.

"Berdasarkan temuan awal, kebakaran terjadi di jaket pelampung di atas kapal yang berlabuh 80 km dari pelabuhan Sidi Bou Said, yang datang dari Spanyol," kata Houcem Eddine Jebabli kepada AFP.

Baca juga: Empat Tentara Israel Tewas dalam Serangan Fajar Perlawanan Gaza di Jabalia

"Penyelidikan masih berlangsung dan tidak ada drone yang terdeteksi," tambahnya.

Mayoritas kapal yang berpartisipasi dalam armada saat ini berada di lepas pantai Tunisia.

Tujuannya adalah berlayar menuju Gaza dari sini pada hari Rabu.

Badan keamanan telah mengeluarkan pernyataan di halaman Facebook-nya tentang insiden di atas Kapal Keluarga.

Dikatakan bahwa laporan serangan pesawat tak berawak tersebut "sama sekali tidak berdasar" dan bahwa penyelidikan awal menunjukkan bahwa kebakaran di atas kapal tersebut terjadi di salah satu jaket pelampung "akibat dari korek api atau puntung rokok".

"Tidak ada bukti adanya tindakan permusuhan atau penargetan eksternal," ungkap pernyataan Garda Nasional Tunisia.

(Tribunnews.com/Whiesa)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved