Donald Trump Pimpin Amerika Serikat
FBI Sebut DNA dan Obeng Jadi Bukti Tyler Robinson Bunuh Charlie Kirk
FBI pastikan DNA cocok dengan tersangka Tyler Robinson dalam kasus pembunuhan aktivis konservatif AS Charlie Kirk di Utah.
Beberapa pekerja di AS diberhentikan setelah komentar mereka di media sosial soal peristiwa ini, termasuk kolumnis Washington Post Karen Attiah.
Ia mengaku dipecat setelah unggahannya tentang standar ganda rasial dan apatisme Amerika terhadap kekerasan politik.
Wakil Presiden JD Vance, yang sempat menjadi pembawa acara podcast Kirk, mendukung kampanye daring untuk menindak orang-orang yang dianggap merayakan kematian aktivis tersebut.
Anggota Kongres Demokrat Greg Casar memperingatkan agar Trump tidak menggunakan kasus ini sebagai dalih membungkam oposisi politik damai.
Kekerasan politik di AS sendiri meningkat tajam.
Baca juga: 7 Fakta Baru Kasus Penembakan Charlie Kirk: Pesan di Amunisi dan Discord Jadi Barang Bukti Utama
Menurut data Bridging Divides Initiative Universitas Princeton, ada lebih dari 250 ancaman terhadap pejabat lokal dalam paruh pertama 2025, naik 9 persen dari tahun sebelumnya.
Al Jazeera melaporkan, FBI juga mengonfirmasi bahwa keluarga Robinson mengatakan tersangka menganut pandangan sayap kiri yang kian radikal dalam beberapa tahun terakhir.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/konservatif-Charlie-Kirk-Otorit.jpg)