Konflik Palestina Vs Israel
Kapal Perang Israel Siap Cegat Armada Flotilla yang Sedang Menuju Gaza
Angkatan Laut Israel siap mencegat misi aktivis yang membawa puluhan kapal ke Gaza untuk menantang blokade Israel
Ia menuduh armada tersebut diorganisir dan dibiayai oleh Hamas, dengan mengatakan Israel memiliki "bukti yang jelas" tetapi tidak memberikan bukti.
"Siapa pun yang mendukung armada itu sebenarnya mendukung para pembunuh pada 7 Oktober," katanya.
Para aktivis armada tak bersenjata berlayar pada akhir Agustus dari pelabuhan-pelabuhan Eropa dan Afrika Utara untuk menerobos blokade Israel di Gaza, tempat serangan militer Israel selama hampir dua tahun menyebabkan bencana kemanusiaan dan kelaparan.
Pada hari Rabu, mereka melaporkan serangan pesawat tak berawak di perairan internasional.
Spanyol dan Italia mengatakan mereka mengirimkan kapal-kapal angkatan laut untuk membantu mereka.
Senator AS Minta Rubio Tuntut Israel Tidak Menyerang Armada Sumud yang Membawa Warga Amerika
Senator Progresif Minta Rubio Tuntut Israel Tidak Menyerang Armada Sumud yang Membawa Warga Amerika.
Para anggota parlemen mengatakan kepada Rubio bahwa ia memiliki “peran penting untuk memastikan bahwa kebijakan luar negeri AS melindungi warga negara kami dan memajukan hukum internasional serta bantuan kemanusiaan.”
Sekelompok senator Demokrat mendesak Menteri Luar Negeri Marco Rubio untuk menekan Israel agar tidak menyerang armada bantuan Gaza setelah para aktivis di kapal memperingatkan bahwa mereka menghadapi ancaman yang akan segera terjadi.
Surat itu dikirim pada hari Rabu oleh Senator Demokrat Ed Markey (Mass.), Jeff Merkley (Ore.), Chris Van Hollen (Md.), dan Elizabeth Warren (Mass.).
Para anggota parlemen menyatakan bahwa “Armada Global Sumud saat ini berlayar melintasi Laut Mediterania untuk membawa bantuan kemanusiaan penting ke Gaza, tetapi dilaporkan menghadapi serangan pesawat tak berawak dan tindakan permusuhan lainnya.”
Pada Selasa malam hingga Rabu pagi, armada yang membawa lebih dari 550 aktivis sipil di lebih dari 50 kapal diserbu oleh pesawat tak berawak dan dihantam granat kejut.
Para peserta armada menuduh serangan itu berasal dari Israel, yang telah menggambarkan armada tersebut sebagai ancaman kekerasan dalam beberapa hari terakhir. Baik Italia maupun Spanyol mengirimkan kapal perang pada hari Rabu untuk membantu dan melindungi konvoi tersebut.
Dalam siaran pers pada hari Kamis, para aktivis di atas armada tersebut mengatakan bahwa mereka telah menerima "informasi intelijen yang kredibel" bahwa "Israel kemungkinan akan meningkatkan serangan kekerasan terhadap armada tersebut dalam 48 jam ke depan."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Armada-menuju-Gaza.jpg)