Konflik Rusia Vs Ukraina
Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.315: Putin Klaim Rusia Menang dalam Pertempuran Adil
Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim pasukannya menang dalam “pertempuran yang adil” di Ukraina.
“Kita tidak berperang, tetapi kita juga tidak lagi berdamai,” kata Merz dalam sebuah acara media di Duesseldorf, dikutip dari The Guardian.
Ia menegaskan, perang Rusia adalah serangan terhadap demokrasi dan kebebasan Eropa.
Merz menuduh Moskow berusaha merusak persatuan Uni Eropa.
Ia juga menyatakan dukungan terhadap rencana Uni Eropa membuka aset Rusia yang dibekukan untuk mendanai perang Ukraina.
Menurutnya, langkah itu dapat memberi dukungan militer bagi Kyiv selama tiga hingga lima tahun.
Jerman Siap Lindungi Baltik dari Ancaman Rusia
Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius mengatakan, Jerman siap melindungi kawasan Baltik dari ancaman Rusia.
Pernyataan itu, ia sampaikan saat meresmikan Area Dukungan Logistik Permanen di Rukla, Lituania.
Pistorius menegaskan, Jerman akan menanggapi ancaman Rusia secara terpadu dan bertanggung jawab.
Ia menambahkan sekitar 2.000 tentara Jerman akan bertugas di Lituania pada pertengahan 2026.
Orbán: Ukraina Bukan Negara Berdaulat
Perdana Menteri Hongaria Viktor Orbán menyebut, Ukraina bukanlah negara berdaulat.
Komentar itu disampaikan pada Senin dalam sebuah podcast sayap kanan.
Orbán menanggapi tuduhan bahwa pesawat nirawak pengintai Hongaria melanggar wilayah udara Ukraina.
“Ukraina tidak berperang dengan Hongaria; ia berperang dengan Rusia,” kata Orbán.
Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.314: AS Pertimbangkan Beri Ukraina Rudal Tomahawk
Ia juga menilai, Ukraina bergantung pada dana dan senjata dari Barat.
Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut drone pengintai yang melanggar wilayah udara negaranya mungkin berasal dari Hongaria.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-4R3R3223.jpg)