Minggu, 3 Mei 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Menilik Peta Penarikan Militer Israel di Gaza dan 20 Poin Proposal Trump

Sekutu Israel, Presiden AS Donald Trump, merilis peta penarikan awal militer Israel dalam proposal yang diajukan kepada Hamas dan Israel.

Tayang:
Truth Social/@realDonaldTrump
PETA PENARIKAN ISRAEL - Gambar diambil dari Truth Social Trump, Minggu (5/10/2025), memperlihatkan peta yang diunggah daring oleh Presiden AS Donald Trump pada 4 Oktober 2025, menunjukkan garis penarikan awal yang militer Israel yang disetujui Israel, dan telah dikirimkan kepada Hamas, untuk gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran sandera-tahanan di Gaza, dalam proposal 20 poin yang diserahkan kepada mediator Mesir dan Qatar. 

TRIBUNNEWS.COM - Sekutu Israel, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, mengumumkan gencatan senjata di Jalur Gaza akan dimulai setelah Gerakan Perlawanan Islam, Hamas, menyetujui "garis penarikan awal" yang disetujui oleh Israel.

Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump mengindikasikan Israel telah menyetujui garis penarikan awal yang telah ia sampaikan kepada Hamas.

Trump melampirkan unggahannya tersebut dengan peta yang menunjukkan garis penarikan berwarna kuning di dalam Jalur Gaza, yang terletak antara 1,5 dan 3,5 kilometer dari perbatasan dengan Israel.

"Setelah negosiasi, Israel telah menyetujui garis penarikan awal yang kami sampaikan kepada Hamas dan telah kami sampaikan kepada mereka," tulis Trump, Sabtu (4/10/2025).

"Ketika Hamas mengonfirmasi penerimaannya terhadap garis penarikan ini, gencatan senjata akan segera berlaku, dan pertukaran tahanan Israel dan Palestina akan dimulai, membuka jalan bagi fase selanjutnya penarikan Israel dari Jalur Palestina," lanjutnya.

Trump juga memperingatkan Hamas, "Saya tidak akan menoleransi penundaan apa pun," katanya, merujuk pada melaksanakan rencananya untuk Gaza.

Ia mengancam Hamas dengan mengatakan, "Jika tidak, semua kemungkinan akan terbuka."

Presiden AS itu menjelaskan setelah gencatan senjata ditetapkan, Washington akan berupaya mempersiapkan kondisi untuk tahap penarikan berikutnya, mengacu pada tahap selanjutnya dari penempatan kembali Israel di Jalur Gaza, lapor Al Mayadeen.

Mesir Siap Menjamu Delegasi Hamas dan Israel

Kementerian Luar Negeri Mesir mengonfirmasi bahwa mereka akan menjamu delegasi dari Hamas dan Israel besok, Senin (6/10/2025).

Mereka akan membahas proses pertukaran tahanan sesuai dengan usulan Trump.

Baca juga: Husein Gaza Cerita Detik-detik Kapal Global Sumud Flotilla Dibajak Israel

"Pembicaraan teknis untuk memulai implementasi tahap pertama rencana Trump akan dimulai besok, Senin, di Sharm el-Sheikh," kata sebuah sumber diplomatik yang terinformasi mengatakan kepada Al Jazeera.

Delegasi negosiasi Hamas akan meninggalkan Doha hari ini, Minggu, menuju Mesir, sebagai persiapan untuk berpartisipasi dalam perundingan. 

Sementara itu, delegasi Qatar akan menuju Mesir besok, Senin, bersamaan dengan dimulainya perundingan mengenai implementasi rencana Trump.

Di Washington, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada Al Jazeera bahwa utusan Timur Tengah AS Steve Witkoff sedang dalam perjalanan ke Mesir untuk melakukan pembicaraan mengenai penerapan rencana perdamaian Trump.

Pejabat itu menambahkan bahwa menantu Trump, Jared Kushner, juga akan berpartisipasi dalam pembicaraan, yang diperkirakan akan dimulai pada hari Senin, lapor Al Jazeera.

20 Poin Proposal Trump

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved