Selasa, 19 Mei 2026

Konflik Korea

AS Perbanyak Pasukan di Korea Selatan, Korea Utara Punya China dan Rusia, Kim Jong Un: Ancaman!

Kim Jong Un mengklaim kalau AS sedang bersiap untuk memastikan dapat melancarkan "serangan pendahuluan" terhadap Korut

Tayang:
Tangkapan layar YouTube TaiwanPlus News
KIM JONG UN - Tangkapan layar YouTube TaiwanPlus News pada Selasa (9/9/2025) yang menampilkan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah mengawasi uji coba darat mesin rudal hipersonik jarak menengah yang sedang dikembangkan negaranya pada Maret 2024, lalu. Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un pada hari Senin (8/9/2025) mengawasi uji coba mesin roket berdaya dorong tinggi terbaru yang menjadi bagian penting dalam persiapan peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) generasi berikutnya, Hawasong-20. 

"Baru-baru ini, Amerika Serikat mengambil langkah-langkah untuk memperluas persediaan aset militernya di dalam dan sekitar Korea Selatan, yang menimbulkan ancaman nyata dan serius terhadap keamanan negara kami dan negara-negara lain di kawasan ini," ujar Kim.

Dia mengklaim kalau AS sedang bersiap untuk memastikan dapat melancarkan "serangan pendahuluan" terhadap negara yang tertutup tersebut.

"Musuh, saya pikir, harus memikirkan arah pergerakan lingkungan keamanan mereka," ujar Kim saat berpidato di sebuah acara industri pertahanan yang menandai peringatan 80 tahun berdirinya Partai Buruh Korea.

Ia tidak menjelaskan lebih lanjut, tetapi mengatakan bahwa acara tersebut memberikan "tampilan visual" tentang kemampuan Pyongyang.

Parade militer besar untuk memperingati ulang tahun ke-80 direncanakan akan diadakan pada 10 Oktober.

Intelijen Korea Selatan melaporkan bahwa puluhan ribu orang akan menghadiri acara tersebut, menurut kantor berita negara itu, Yonhap.

"Jika Amerika Serikat terus mengambil langkah-langkah berbahaya untuk memperkuat kekuatan militernya tanpa menghiraukan kekhawatiran keamanan negara-negara di kawasan, perkembangan ini akan memacu kami lebih kuat untuk menerapkan langkah-langkah militer dan teknologi yang relevan guna menyingkirkan ancaman-ancaman baru dan menjaga keseimbangan kekuatan," ujar Kim.

"Kami pasti akan mengadopsi langkah-langkah militer tambahan yang sesuai dengan manuver mereka."

Kim Jong Un menggambarkan program nuklir Korea Utara sebagai "tulang punggung" angkatan bersenjata Pyongyang dan berada pada "posisi yang semakin modern dan maju."

 

 

(oln/nw/*)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved