Konflik Palestina Vs Israel
2 Tahun Perang di Gaza, Ini Data Jumlah Korban dan Kerusakan yang Ditimbulkan oleh Israel
2 tahun sejak Israel melancarkan perang besar-besaran di Gaza, lebih dari 69.000 orang tewas, ratusan ribu lainnya luka-luka, dan rumah-rumah hancur.
Ratusan lainnya dipaksa meninggalkan bangsal rumah sakit dan sisi tempat tidur pasien, lalu ditahan di penjara atau kamp militer Israel.
Menurut Health Care Workers Watch, hingga 22 Juli pasukan Israel menahan 28 dokter terkemuka, termasuk 18 spesialis senior di bidang vital seperti bedah, anestesiologi, perawatan intensif, dan pediatri, membuat sistem kesehatan Gaza kehilangan keahlian penting.
Dua dokter senior dilaporkan meninggal akibat penyiksaan di tahanan Israel, dan jenazah mereka masih ditahan.
Setidaknya 20 dokter lainnya diculik dari rumah sakit yang diserbu tentara Israel, dari konvoi medis, rumah pribadi, atau saat evakuasi paksa.
Sebagian besar ditahan tanpa dakwaan selama lebih dari 400 hari, termasuk tiga orang yang telah ditahan lebih dari 600 hari.
Penangkapan ini menjadi bagian dari pola serangan yang lebih luas terhadap sistem layanan kesehatan Gaza.
Sejak Oktober 2023, telah terjadi lebih dari 790 serangan terdokumentasi terhadap fasilitas kesehatan, termasuk pemboman udara terhadap rumah sakit, klinik, dan ambulans, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Rumah sakit tidak boleh menjadi target serangan sesuai Konvensi Jenewa Keempat (Pasal 18–22).
Pasal 12 dan 51 juga memberikan perlindungan khusus bagi unit dan personel medis.
Menurut Statuta Roma Mahkamah Pidana Internasional (ICC) Pasal 8(2)(b)(ix), penyerangan yang disengaja terhadap rumah sakit merupakan kejahatan perang.
Kelaparan yang Meluas
Israel dituduh menciptakan kondisi kelaparan di Gaza melalui pembatasan militer yang menghalangi bantuan selama berbulan-bulan, serta sistem distribusi makanan yang membuat warga sering ditembak saat mencoba mengumpulkan makanan.
Sedikitnya 459 orang, termasuk 154 anak, meninggal akibat kelaparan.
Baca juga: Warga Gaza Ragukan Rencana Gencatan Senjata Trump, Harapan dan Rasa Putus Asa Bercampur
Pada 22 Agustus 2025, Sistem Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu (IPC) yang didukung PBB mengonfirmasi terjadinya kelaparan di Gaza.
Menurut IPC, kelaparan kini terjadi di Kegubernuran Gaza, dan diproyeksikan meluas ke Deir el-Balah dan Khan Younis pada akhir September.
Hampir sepertiga populasi (641.000 orang) diperkirakan menghadapi kondisi bencana (IPC Fase 5).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/data-jumlah-korban-dan-kerusakan-akibat-serangan-Israel-di-Gaza.jpg)