Konflik Palestina Vs Israel
2 Tahun Perang di Gaza, Ini Data Jumlah Korban dan Kerusakan yang Ditimbulkan oleh Israel
2 tahun sejak Israel melancarkan perang besar-besaran di Gaza, lebih dari 69.000 orang tewas, ratusan ribu lainnya luka-luka, dan rumah-rumah hancur.
Kasus malnutrisi anak meningkat tajam: pada Juli saja, lebih dari 12.000 anak mengalami malnutrisi akut, enam kali lipat dibanding awal tahun.
Hampir 1 dari 4 anak menderita malnutrisi akut berat, sementara 1 dari 5 bayi lahir prematur atau dengan berat badan rendah.
Sejak Gaza Humanitarian Foundation (GHF) yang didukung Israel dan AS mengambil alih operasi bantuan pada 27 Mei, organisasi itu memperkenalkan sistem distribusi baru yang mematikan.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 2.600 orang tewas dan 19.000 lainnya terluka akibat tembakan tentara Israel dan kontraktor keamanan GHF ketika mencoba mengumpulkan makanan.
Seorang tentara Israel menyebut, area distribusi tersebut sebagai “ladang pembantaian”.
Harian Haaretz mengutip tentara yang mengaku diperintahkan untuk menembaki warga yang berkumpul di lokasi GHF.
89 persen Infrastruktur Air dan Sanitasi Rusak
Sejak Oktober 2023, Israel secara sistematis menyerang infrastruktur air Gaza yang sudah rapuh.
Sumur, jaringan pipa, instalasi desalinasi, dan sistem pembuangan limbah menjadi sasaran.
Menurut para ahli PBB, 89 persen jaringan air dan sanitasi di Gaza telah rusak atau hancur, membuat lebih dari 96 persen rumah tangga mengalami krisis air.
Otoritas setempat menyebut sebagian besar sistem distribusi air kini hancur total.
Pipa utama rusak, sumur terkontaminasi limbah, dan banyak area tidak dapat diakses akibat pertempuran atau pengungsian paksa.
Kini, hampir separuh penduduk Gaza hidup dengan kurang dari 6 liter air per hari untuk minum dan memasak, sementara 28 persen hanya memiliki kurang dari 9 liter untuk kebutuhan kebersihan—jauh di bawah standar minimum 20 liter per hari untuk kelangsungan hidup darurat.
Baca juga: Kekuasaan Netanyahu di Ujung Tanduk, Oposisi Satukan Kekuatan Jegal PM Israel Jelang Pemilu 2026
Hampir Semua Rumah Hancur atau Rusak
Kehancuran di Gaza hampir total.
Menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), hingga Agustus 2025, 92 persen bangunan tempat tinggal dan 88 persen fasilitas komersial telah rusak atau hancur.
Seluruh lingkungan musnah, membuat jutaan warga Palestina kehilangan tempat tinggal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/data-jumlah-korban-dan-kerusakan-akibat-serangan-Israel-di-Gaza.jpg)