Donald Trump Pimpin Amerika Serikat
Peraih Nobel Perdamaian Diumumkan Besok, jika Bukan Donald Trump, Siapa?
Teka-teki peraih Nobel Perdamaian akan terjawab besok, Donald Trump sangat mengharapkannya. Tetapi jika bukan Trump yang memenangkannya, siapa?
Jadi, apakah Trump diperkirakan akan memenangkan Nobel Perdamaian? Dan jika bukan dia, siapa?
Kandidat dan Prediksi Pemenang
Tahun ini, total 338 individu dan organisasi telah dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian, dengan daftar nominasi yang dirahasiakan selama 50 tahun.
Puluhan ribu orang berhak mengajukan kandidat, termasuk anggota parlemen dan kabinet dari berbagai negara, mantan peraih Nobel, profesor universitas, hingga anggota Komite Nobel.
Pada tahun 2024, Nobel Perdamaian diberikan kepada kelompok penyintas bom atom Jepang, Nihon Hidankyo, atas upaya mereka melarang senjata nuklir.
Tahun ini, tanpa ada favorit yang menonjol, beberapa nama telah beredar di Oslo menjelang pengumuman pada Jumat.
Sudan’s Emergency Response Rooms, jaringan relawan yang mempertaruhkan nyawa untuk memberi makan dan membantu korban perang serta kelaparan, disebut sebagai kandidat kuat.
Nama Yulia Navalnaya, janda kritikus Kremlin Alexei Navalny, juga masuk dalam bursa.
Mengutip Sky News, nama Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Doctors Without Borders (Médecins Sans Frontières) juga muncul dalam spekulasi.
Komite Nobel juga bisa memberikan penghargaan kepada lembaga-lembaga PBB seperti Mahkamah Internasional, atau PBB secara keseluruhan, yang tahun ini merayakan hari jadinya yang ke-80.
Selain itu, Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) atau Reporters Without Borders (RSF) disebut berpeluang menerima penghargaan, sebagai bentuk penghormatan pada tahun di mana jumlah jurnalis yang terbunuh mencapai rekor tertinggi, terutama di Gaza.
Meski upaya diplomasi Trump dalam negosiasi perang dinilai belum cukup untuk mengamankan kemenangan, penghargaan bisa saja diberikan kepada mediator lokal yang berperan dalam perundingan gencatan senjata dan akses bantuan kemanusiaan di zona konflik.
Beberapa kandidat potensial antara lain Komite Perdamaian Republik Afrika Tengah, Jaringan Afrika Barat untuk Pembangunan Perdamaian, atau Komite Tetua dan Mediasi di El Fasher, Darfur.
Baca juga: Temukan Material Penyerap CO₂, Profesor Jepang Susumu Kitagawa Raih Nobel Kimia 2025
Komite Nobel juga bisa memilih untuk menegaskan kembali komitmennya terhadap tatanan dunia yang kini banyak ditantang oleh Trump, dengan memberikan penghargaan kepada Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, atau lembaga-lembaga seperti UNHCR (badan pengungsi) dan UNRWA (badan bantuan Palestina).
Menurut AFP, pilihan Komite Nobel dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kembali pada hal-hal yang lebih mikro, lebih dekat dengan gagasan klasik tentang perdamaian, dengan fokus pada hak asasi manusia, demokrasi, kebebasan pers, dan pemberdayaan perempuan, ujar Halvard Leira, direktur Institut Norwegia untuk Urusan Internasional.
“Firasat saya, komite mungkin akan memilih kandidat yang tidak terlalu kontroversial tahun ini,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/residen-AS-Donald-T1rump-menyampaikan-pidatonya-di-si1.jpg)