Politik Malaysia Bergejolak Akibat Kontroversi Alkohol
Anwar Ibrahim menegur seorang menterinya karena mengizinkan konsumsi minuman alkohol di acara resmi pemerintahan.
Seorang analis mencatat bahwa kebijakan Malaysia mencerminkan kekhawatiran mayoritas Muslim Melayu terhadap “kemurnian halal”, yang membentuk sikap terhadap alkohol dan praktik pemerintah.
"Ini rumit karena norma mayoritas di Malaysia adalah Melayu-Muslim. Hal ini tercermin dalam surat edaran pemerintah yang secara tegas melarang alkohol di acara-acara pemerintah," kata Bapak Aziff Azuddin, direktur riset lembaga riset lokal Iman Research, yang mempelajari agama dan praktik konsumsi.
“Ingat bahwa mayoritas pegawai negeri sipil juga orang Melayu, yang memengaruhi bagaimana kebijakan ini dibuat,” ujarnya kepada ST.
Ia mengatakan masalah ini meluas melampaui legalitas ke pertanyaan tentang kemurnian dan kontaminasi yang membentuk sikap Muslim Melayu terhadap makanan dan minuman.
“Saya pribadi berpikir banyak orang meremehkan pentingnya konsumsi halal bagi umat Islam, dan kekhawatiran akan 'kontaminasi' itu nyata adanya,” tambahnya.
Dr. Phoon dari Huayan Policy Institute mengatakan: “Masyarakat Malaysia perlu membangun kembali konsensus bersama dan memupuk semangat nasional yang baru – yang menegaskan kembali inklusivitas dan keberagaman, sekaligus kembali pada nilai-nilai konstitusional tentang keseimbangan dan akomodasi yang menjadi pedoman berdirinya negara ini.”
Sumber: Strait Times
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/perdana-menteri-malaysia-anwar-ibrahim-ok__.jpg)