Konflik Rusia Vs Ukraina
Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.325, Zelenskyy Ingin Trump Raih Nobel Perdamaian
Perang Rusia-Ukraina hari ke-1.325, Presiden Ukraina Zelenskyy ingin Presiden AS Donald Trump meraih Nobel Perdamaian karena upayanya untuk Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa serangan menggunakan rudal dan drone jarak jauh buatan Ukraina yang baru dikembangkan telah menyebabkan kekurangan gas yang signifikan di Rusia.
Ia menambahkan, serangan balasan pasukan Ukraina di medan perang berhasil menggagalkan upaya Rusia untuk menguasai sebagian wilayah Donetsk bagian timur.
Menurutnya, rudal baru Ukraina bernama Palianytsia telah menghantam puluhan gudang militer Rusia.
Selain itu, drone rudal Ruta dilaporkan berhasil menyerang anjungan minyak lepas pantai milik Rusia yang terletak lebih dari 250 kilometer jauhnya, dalam apa yang disebut Zelenskyy sebagai "keberhasilan besar" bagi persenjataan baru tersebut.
Zelenskyy Usulkan Trump Jadi Kandidat Nobel Perdamaian
Dalam sebuah konferensi pers menjelang pengumuman penerima Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengusulkan agar Presiden AS Donald Trump dinominasikan untuk penghargaan tersebut.
Ide itu disampaikan menjelang proses pemilihan resmi yang biasanya dilakukan pada awal musim gugur.
"Jika Trump memberi dunia – terutama rakyat Ukraina – kesempatan untuk gencatan senjata seperti itu, maka ya, ia harus dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian. Kami akan mencalonkannya atas nama Ukraina," kata Zelensky dalam pernyataannya yang dirilis pada Kamis.
Hadiah Nobel Perdamaian biasanya diumumkan setiap tahun pada bulan Oktober.
Tahun ini, pengumuman pemenang Hadiah Nobel Perdamaian dijadwalkan pada Jumat, 10 Oktober 2025, pukul 11:00 waktu setempat (CEST) di Institut Nobel Norwegia, Oslo, Norwegia.
Setelah diumumkan, hadiah biasanya diberikan pada 10 Desember, bertepatan dengan hari wafatnya Alfred Nobel, pendiri hadiah Nobel.
Zelensky: Rusia Tebar Serangan ke Kereta Api
Zelensky menuding Rusia berupaya menciptakan kekacauan di Ukraina dengan menyerang jaringan energi serta infrastruktur perkeretaapian negaranya, menurut pernyataannya yang dirilis pada Kamis.
Dalam beberapa minggu terakhir, Moskow diketahui meningkatkan intensitas serangan udara yang menargetkan fasilitas energi dan sistem transportasi kereta di Ukraina, lapor The Guardian.
Tim Ukraina akan ke AS Minggu Depan
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengumumkan bahwa Perdana Menteri, kepala kantor kepresidenan, serta penasihat senior bidang sanksi akan berkunjung ke Amerika Serikat pada awal pekan depan untuk melakukan pembicaraan dengan pejabat AS.
Dalam pernyataannya di media sosial, Zelenskyy menyebutkan bahwa agenda utama pertemuan tersebut mencakup isu pertahanan udara, sektor energi, kebijakan sanksi, serta jalur negosiasi.
Ia juga menambahkan bahwa pembahasan mengenai pembekuan aset akan menjadi salah satu topik penting dalam kunjungan tersebut.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ZELENSKYYY-TEMUI-TRUMPP-324324.jpg)