Bukan Donald Trump, Nobel Perdamaian 2025 Jatuh kepada María Corina Machado
Nobel Perdamaian 2025 dianugerahkan kepada María Corina Machado atas perjuangannya dalam memajukan hak-hak demokrasi bagi rakyat Venezuela.
Fisika: Diberikan kepada John Clarke, Michel Devoret, dan John Martinis atas karya mereka dalam mekanika kuantum dan sirkuit listrik, (7/10/2025).
Kimia: Diberikan kepada Susumu Kitagawa, Richard Robson, dan Omar Yaghi atas pengembangan arsitektur molekuler baru bernama kerangka logam-organik (Metal–Organic Frameworks/MOF) — struktur molekul dengan rongga besar yang memungkinkan gas dan berbagai zat kimia mengalir bebas,(8/10/2025).
Sastra: Diberikan kepada penulis Hungaria László Krasznahorkai, atas karyanya yang menarik dan visioner, yang di tengah teror apokaliptik, menegaskan kembali kekuatan seni, Kamis (9/10/2025).
Perdamaian: Diberikan kepada María Corina Machado, Jumat (10/10/2025).
Ilmu Ekonomi: Akan diumumkan pada Senin (13/10/2025).
Penghargaan tersebut, disertai hadiah sebesar 11 juta krona Swedia (Rp19,4 miliar) serta ketenaran instan bagi para penerimanya.
Tentang Hadiah Nobel
Mengutip SBS News, Hadiah Nobel, atau yang juga disebut Penghargaan Nobel, diciptakan oleh ahli kimia dan pengusaha kaya asal Swedia, Alfred Nobel.
Dalam wasiatnya, Alfred Nobel menetapkan bahwa sebagian besar hartanya harus digunakan untuk mendanai penghargaan bagi mereka yang telah memberikan manfaat terbesar bagi umat manusia dalam satu tahun sebelumnya.
Alfred Nobel dikenal sebagai penemu dinamit, tetapi ia juga menulis puisi dan drama, serta mampu berbicara dalam bahasa Rusia, Prancis, Inggris, dan Jerman sejak usia 17 tahun.
Lima kategori hadiah asli (fisiologi/kedokteran, fisika, kimia, sastra, dan perdamaian) mencerminkan bidang yang paling dekat dengan minat pribadinya.
Alfred Nobel menghabiskan sebagian besar kariernya mengembangkan teknologi senjata dan memperoleh kekayaan besar dari bidang itu.
Namun, di akhir hayatnya, ia menjadi sahabat aktivis perdamaian asal Austria, Bertha von Suttner.
Alfred Nobel meninggal pada tahun 1896, dan penghargaan pertama baru diberikan pada tahun 1901, setelah sengketa hukum panjang terkait surat wasiatnya.
Hadiah Nobel diserahkan setiap 10 Desember, bertepatan dengan hari wafatnya.
Pada hari itu, para tamu akan menghadiri jamuan makan mewah di Balai Kota Stockholm.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/NOBEL-PERDAMAIAN-2025-Potret-gambar-wajah-Maria-Corina-Machado.jpg)