Selasa, 5 Mei 2026

Bukan Donald Trump, Nobel Perdamaian 2025 Jatuh kepada María Corina Machado

Nobel Perdamaian 2025 dianugerahkan kepada María Corina Machado atas perjuangannya dalam memajukan hak-hak demokrasi bagi rakyat Venezuela.

Tayang:
Instagram Nobel Prize
NOBEL PERDAMAIAN 2025 - Potret gambar wajah Maria Corina Machado yang diunggah Komite Nobel dalam pengumuman pemenang Nobel Prize 2025, Jumat (10/10/2025). Nobel Perdamaian 2025 dianugerahkan kepada María Corina Machado (58), seorang politikus sekaligus pemimpin oposisi Venezuela. 

TRIBUNNEWS.COM – Nobel Perdamaian 2025 dianugerahkan kepada María Corina Machado (58), seorang politikus sekaligus pemimpin oposisi Venezuela.

Machado menerima penghargaan bergengsi tersebut atas perjuangannya dalam memperjuangkan hak-hak demokrasi bagi rakyat Venezuela, mengutip CNN.

Dilansir New York Post, María Corina Machado dikenal dengan julukan “Wanita Besi Venezuela.”

Ia adalah tokoh oposisi utama dalam pemilihan presiden Venezuela, meskipun ia dilarang mencalonkan diri secara resmi oleh rezim Nicolás Maduro.

María Corina Machado telah bersembunyi selama lebih dari 14 bulan setelah Nicolás Maduro mengumumkan kemenangan dalam pemilu presiden yang dikritik tidak adil oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa.

AS dan sebagian besar rakyat Venezuela, menurut survei terbaru, tidak mengakui kepemimpinan Maduro sebagai sah karena diduga melakukan kecurangan dalam dua pemilu terakhir.

Meski menghadapi diskualifikasi, ancaman, dan tekanan untuk bungkam, Machado tetap gigih memperjuangkan pemilu yang bebas dan adil, memobilisasi warga, mengungkap pelanggaran hak asasi manusia, serta bertindak sebagai suara moral bangsanya.

Kendati harus bergerak di bawah tanah, ia terus memperjuangkan penegakan hukum dan akuntabilitas di Caracas.

Pemerintah Venezuela diketahui telah membatasi hak-hak politik, mendiskualifikasi kandidat oposisi secara tidak sah, dan menindak keras setiap bentuk perbedaan pendapat.

Sebelumnya, sempat beredar rumor bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpotensi meraih Nobel Perdamaian 2025 setelah keberhasilannya memediasi sejumlah konflik tahun ini, termasuk kesepakatan gencatan senjata di Gaza yang dicapai pada Kamis malam.

Namun, batas waktu pengajuan nominasi Nobel 2025 telah berakhir pada 31 Januari.

Baca juga: Tak Banyak yang Tahu, Penghargaan Nobel Perdamaian Pernah Ditolak dan Tak Diberikan Selama 19 Kali

Dengan demikian, pencapaian Trump tahun ini baru akan dipertimbangkan untuk Hadiah Nobel Perdamaian 2026.

Pengumuman pemenang Hadiah Nobel dilakukan secara bertahap selama satu minggu.

Dimulai dengan penghargaan di bidang kedokteran atau fisiologi pada Senin (6/10/2025), dan diakhiri dengan pengumuman pemenang di bidang ekonomi pada Senin (13/10/2025) mendatang.

Fisiologi atau Kedokteran: Diberikan kepada Mary E. Brunkow, Fred Ramsdell, dan Shimon Sakaguchi atas penemuan mereka mengenai toleransi imun perifer, (6/10/2025).

Fisika: Diberikan kepada John Clarke, Michel Devoret, dan John Martinis atas karya mereka dalam mekanika kuantum dan sirkuit listrik, (7/10/2025).

Kimia: Diberikan kepada Susumu Kitagawa, Richard Robson, dan Omar Yaghi atas pengembangan arsitektur molekuler baru bernama kerangka logam-organik (Metal–Organic Frameworks/MOF) — struktur molekul dengan rongga besar yang memungkinkan gas dan berbagai zat kimia mengalir bebas,(8/10/2025).

Sastra: Diberikan kepada penulis Hungaria László Krasznahorkai, atas karyanya yang menarik dan visioner, yang di tengah teror apokaliptik, menegaskan kembali kekuatan seni, Kamis (9/10/2025).

Perdamaian: Diberikan kepada María Corina Machado, Jumat (10/10/2025).

Ilmu Ekonomi: Akan diumumkan pada Senin (13/10/2025).

Penghargaan tersebut, disertai hadiah sebesar 11 juta krona Swedia (Rp19,4 miliar) serta ketenaran instan bagi para penerimanya.

Tentang Hadiah Nobel

PEMENANG NOBEL 2025 - Tangkap layar YouTube Nobel Prize, memperlihatkan medali Hadiah Nobel untuk pemenang. Ini 5 hal yang perlu diketahui tentang Hadiah Nobel, 6 pemenang untuk dua kategori telah diumumkan.
PEMENANG NOBEL 2025 - Tangkap layar YouTube Nobel Prize, memperlihatkan medali Hadiah Nobel untuk pemenang. (Tangkap layar YouTube Nobel Prize)

Mengutip SBS News, Hadiah Nobel, atau yang juga disebut Penghargaan Nobel, diciptakan oleh ahli kimia dan pengusaha kaya asal Swedia, Alfred Nobel.

Dalam wasiatnya, Alfred Nobel menetapkan bahwa sebagian besar hartanya harus digunakan untuk mendanai penghargaan bagi mereka yang telah memberikan manfaat terbesar bagi umat manusia dalam satu tahun sebelumnya.

Alfred Nobel dikenal sebagai penemu dinamit, tetapi ia juga menulis puisi dan drama, serta mampu berbicara dalam bahasa Rusia, Prancis, Inggris, dan Jerman sejak usia 17 tahun.

Lima kategori hadiah asli (fisiologi/kedokteran, fisika, kimia, sastra, dan perdamaian) mencerminkan bidang yang paling dekat dengan minat pribadinya.

Alfred Nobel menghabiskan sebagian besar kariernya mengembangkan teknologi senjata dan memperoleh kekayaan besar dari bidang itu. 

Namun, di akhir hayatnya, ia menjadi sahabat aktivis perdamaian asal Austria, Bertha von Suttner.

Alfred Nobel meninggal pada tahun 1896, dan penghargaan pertama baru diberikan pada tahun 1901, setelah sengketa hukum panjang terkait surat wasiatnya.

Hadiah Nobel diserahkan setiap 10 Desember, bertepatan dengan hari wafatnya.

Pada hari itu, para tamu akan menghadiri jamuan makan mewah di Balai Kota Stockholm.

Menu yang disiapkan selama berbulan-bulan oleh para koki dan sommelier terbaik Swedia dirahasiakan hingga saat disajikan oleh sekitar 200 pelayan.

Siapa yang Menganugerahkan Hadiah Nobel?

Alfred Nobel menunjuk Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia untuk menganugerahkan hadiah di bidang kimia dan fisika, Akademi Swedia untuk bidang sastra, Institut Karolinska untuk bidang fisiologi atau kedokteran, dan Parlemen Norwegia untuk penghargaan perdamaian.

Tidak diketahui secara pasti mengapa Nobel memilih Norwegia untuk urusan Hadiah Perdamaian, namun kemungkinan besar hal itu berkaitan dengan hubungan politik antara Norwegia dan Swedia saat ia menulis wasiatnya.

Pada tahun 1968, ketika Bank Sentral Swedia merayakan hari jadinya yang ke-300, lembaga tersebut mendirikan Penghargaan Ilmu Ekonomi untuk Mengenang Alfred Nobel, yang dikelola oleh Yayasan Nobel dan dianugerahkan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia dengan prinsip serupa.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved