5 Populer Internasional: Alasan Hamas Percayai Trump - Ukraina Digempur 450 Drone dan Rudal Rusia
Rangkuman berita populer internasional, di antaranya alasan Hamas mengambil risiko mempercayai Donald Trump dalam gencatan senjata kali ini.
Dengan adanya langkah perdamaian ini, Gaza kini membutuhkan adanya pemerintahan transisi.
Selama ini sosok yang digaungkan Amerika Serikat untuk menjadi pemimpin pemerintahan transisi di Gaza adalah Mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair.
Namun Prof Hikmahanto Juwana justru memiliki pendapat lain.
Hikmahanto menilai Tony Blair ini menjadi salah satu sosok yang memulai masalah Israel dan Palestina.
Selain itu, Tony Blair juga memiliki lembaga yang terafiliasi dengan Israel.
"Nah, ini kan harusnya pemerintahan transisi. Nah, kita belum tahu siapa pemerintahan transisi, tapi yang dibicarakan adalah eh Tony Blair, mantan perdana menteri."
"Tapi dia dari Inggris dan saya khawatir ya, karena Inggris ini kan yang memulai masalah Israel Palestina. Belum lagi Tony Blair ini punya lembaga yang terafiliasi dengan Israel," kata Hikmahanto dalam tayangan Program 'Dialog Prime' Nusantara TV, Jumat (10/10/2025).
Hikmahanto lalu mengusulkan agar Presiden RI Prabowo Subianto bisa mendukung Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) menjadi pemimpin pemerintahan transisi di Gaza.
Alasannya, JK adalah sosok pemimpin yang menganut Islam moderat.
4. Sebagian Ukraina Gelap Gulita usai Digempur 450 Drone dan Rudal Hipersonik Rusia, Ada Korban Tewas
Malam mencekam menyelimuti Ukraina setelah gelombang serangan rudal dan drone Rusia melumpuhkan sebagian besar jaringan listrik di ibu kota Kyiv dan delapan wilayah lainnya, Jumat (10/10/2025).
Sedikitnya satu anak tewas, puluhan warga terluka, dan jutaan orang mengalami pemadaman listrik serta gangguan air bersih.
Pihak berwenang Kyiv melaporkan bahwa lebih dari 540.000 pelanggan telah kembali mendapatkan pasokan listrik, namun ribuan rumah masih gelap gulita pada Jumat pagi.
Baca juga: Baltik Siaga Perang, Pesawat Pengebom Rusia Terbang 1.000 Km Per Jam Serang Target di Dekat NATO
Di wilayah Zaporizhzhia, seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun tewas dan tujuh orang terluka. Sepuluh lainnya mengalami luka-luka di wilayah Cherkasy.
Serangan kali ini, yang disebut Kementerian Pertahanan Rusia sebagai operasi “besar-besaran” dengan senjata presisi tinggi dan rudal hipersonik, diklaim menargetkan fasilitas energi yang mendukung industri militer Ukraina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BERITA-POPULER-INTERNASIONAL-K12okt.jpg)