5 Populer Internasional: Alasan Hamas Percayai Trump - Ukraina Digempur 450 Drone dan Rudal Rusia
Rangkuman berita populer internasional, di antaranya alasan Hamas mengambil risiko mempercayai Donald Trump dalam gencatan senjata kali ini.
Namun, dampaknya justru menghancurkan infrastruktur sipil dan memutus akses energi jutaan warga.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam keras serangan tersebut dan menyerukan tindakan tegas dari negara-negara sekutu.
“Yang dibutuhkan bukanlah kata-kata kosong, tetapi tindakan nyata dari Amerika Serikat, Eropa, dan G7, memberikan sistem pertahanan udara dan memperkuat sanksi,” tulis Zelensky di media sosial, mengutip BBC.
Zelensky menyebut bahwa lebih dari 450 drone dan 30 rudal ditembakkan Rusia ke berbagai wilayah Ukraina.
Ia menggambarkan serangan itu sebagai “sinis dan diperhitungkan”, serta menuduh Moskow menggunakan dingin dan gelap sebagai senjata teror menjelang musim dingin.
5. Kelakar Donald Trump Gagal dapat Nobel Perdamaian 2025
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak terpilih sebagai penerima Nobel Perdamaian 2025.
Trump yang beberapa kesempatan yakin akan meraih Nobel Perdamaian akhirnya buka suara.
Dia mengakui pemimpin oposisi Venezuela María Corina Machado berhak menerima penghargaan bergengsi di dunia itu.
Bahkan Trump mengatakan bahwa Machado meneleponnya secara pribadi.
Dia secara terbuka mendedikasikan Hadiah Nobel Perdamaian kepada rakyat Venezuela dan dirinya sendiri.
"Orang yang benar-benar menerima Hadiah Nobel menelepon hari ini, menelepon saya, dan berkata saya menerima ini untuk menghormati Anda, karena Anda memang pantas menerimanya. Suatu hal yang sangat baik untuk dilakukan," kata Trump.
Dia lalu berkelakar.
"Saya tidak bilang kalau begitu berikan saja padaku. Saya pikir dia mungkin akan melakukannya."
Sikap Machado terhadap Presiden Venezuela Nicolás Maduro sejalan dengan kebijakan pemerintahan Trump terhadap Venezuela.
Menteri Luar Negeri Marco Rubio sebelumnya memuji Machado sebagai "personifikasi ketahanan, keuletan, dan patriotisme."
Hadiah Nobel Perdamaian 2025 ini memang diserahkan kepada Machado, seorang oposisi politik di Venezuela.
(Tribunnews.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BERITA-POPULER-INTERNASIONAL-K12okt.jpg)