Kamis, 14 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-1.329: Uni Eropa Danai Pengadilan untuk Adili Putin

Uni Eropa akan mulai mendanai pengadilan internasional guna mengadili Presiden Rusia Vladimir Putin atas kejahatan agresi terhadap Ukraina.

Tayang:
Tangkap Layar BI/Yahoo/Kredit Foto: Sasha Mordovets/Getty
ESKALASI LAUT BALTIK - Presiden Rusia Vladimir Putin menaiki kapal selam di Laut Baltik pada tanggal 15 Juli 2013. Eskalasi Rusia dan negara-negara NATO yang berbagi wilayah kelautan di Laut Baltik, membuat eskalasi konflik makin tinggi di wilayah perairan tersebut. Menteri Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengatakan pada Senin (13/10/2025) bahwa Uni Eropa mulai mendanai pengadilan khusus untuk mengadili Presiden Rusia Vladimir Putin. 
Ringkasan Berita:
  • Pasukan Rusia menjatuhkan bom berpemandu ke Kharkiv, menyebabkan 30.000 warga kehilangan listrik dan empat orang terluka.
  • Uni Eropa mulai mendanai pengadilan internasional untuk mengadili Presiden Rusia Vladimir Putin atas kejahatan agresi di Ukraina.
  • Kepala intelijen Jerman memperingatkan Rusia menjadi ancaman langsung bagi Eropa, sementara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky akan ke AS membahas pasokan senjata jarak jauh.

TRIBUNNEWS.COM - Perang Rusia dan Ukraina telah berlangsung selama 1.329 hari hingga Selasa (14/10/2025).

Konflik Rusia-Ukraina tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berakar pada ketegangan panjang sejak bubarnya Uni Soviet pada 1991.

Sejak Ukraina meraih kemerdekaan, relasinya dengan Moskow kerap diwarnai perebutan pengaruh dan saling curiga.

Situasi semakin memanas pada 2014 ketika Revolusi Euromaidan menjatuhkan pemerintahan pro-Rusia di Kyiv.

Tak lama kemudian, Rusia menganeksasi Krimea dan memberi dukungan kepada kelompok separatis di Donbas.

Puncaknya terjadi pada Februari 2022, saat Moskow melancarkan invasi besar-besaran yang mengubah konflik regional menjadi perang terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.

Terbaru, Menteri Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas menyatakan Uni Eropa mulai mendanai pengadilan internasional guna mengadili Presiden Rusia Vladimir Putin atas kejahatan agresi terhadap Ukraina.

Konflik ini dipandang tidak hanya sebagai perebutan wilayah, tetapi juga pertarungan narasi, legitimasi, serta masa depan tatanan dunia.

Dunia menyaksikan bahwa akar konflik masih dalam dan jalan menuju perdamaian belum terlihat jelas.

Berikut adalah rincian lengkap peristiwa yang terjadi dalam perang Rusia-Ukraina hari ke-1.329:

1. Terminal Minyak Krimea Terbakar Usai Serangan Drone Ukraina

Baca juga: Vladimir Putin 73 Tahun: Kisah Tikus di Leningrad, Agen KGB di Dresden hingga Menjadi Tsar Rusia

Sebuah terminal minyak di Feodosia, Semenanjung Krimea yang diduduki Rusia, terbakar pada Senin (13/10/2025) usai serangan pesawat nirawak Ukraina.

Seorang pejabat keamanan Ukraina yang dikutip Reuters mengatakan drone tersebut diluncurkan oleh dinas intelijen Ukraina Sluzhba Bezpeky Ukrayiny (SBU) dan pasukan khusus militer Ukraina.

Serangan itu menghantam sedikitnya lima tangki penyimpanan minyak dan dua gardu listrik Rusia di wilayah yang direbut Moskow dari Ukraina sejak 2014.

Belum ada laporan resmi dari pihak Rusia terkait jumlah kerusakan akibat serangan tersebut.

2. NASA Deteksi Panas Besar di Krimea Usai Serangan Drone

Layanan pemantauan kebakaran satelit NASA menunjukkan tanda-tanda panas besar di sekitar terminal Feodosia.

Gubernur Krimea yang ditunjuk Moskow mengonfirmasi adanya kebakaran di lokasi tersebut.

Terminal minyak Feodosia diketahui juga sempat diserang pekan lalu, dilansir The Guardian.

Ukraina telah melancarkan lebih dari 30 serangan terhadap fasilitas energi Rusia sejak awal Agustus, untuk melemahkan pendanaan mesin perang Kremlin.

Krimea kini menghadapi krisis bahan bakar dan penjatahan setelah Rusia kehilangan sebagian kapasitas penyulingan akibat serangan tersebut.

3. Serangan Rusia ke Kharkiv Sebabkan 30.000 Rumah Padam

Pasukan Rusia menyerang Kota Kharkiv dengan bom berpemandu pada Senin (13/10/2025).

Serangan itu menyebabkan pemadaman listrik bagi sekitar 30.000 pelanggan, kata Wali Kota Ihor Terekhov.

Ledakan merusak sebuah rumah sakit dan jaringan transmisi listrik di beberapa titik.

Empat orang terluka, sebagian besar akibat pecahan kaca.

4. Zelensky Akan ke AS Bahas Rudal Jarak Jauh

Baca juga: Trump Peringatkan Putin, AS Siap Kirim Rudal Tomahawk ke Ukraina jika Rusia Tak Mau Hentikan Perang

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan akan berkunjung ke Amerika Serikat pekan ini.

Kunjungan itu untuk membahas kemungkinan pasokan senjata jarak jauh, termasuk rudal Tomahawk dari AS, menyusul pernyataan Presiden Donald Trump.

Zelensky mengatakan pertemuan dengan Trump kemungkinan berlangsung pada Jumat.

Ia juga dijadwalkan bertemu perusahaan pertahanan, energi, serta anggota Kongres AS.

5. Zelensky Minta Bantuan Tambahan AS Lindungi Infrastruktur Energi

Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas, Zelensky mengatakan akan meminta bantuan tambahan dari AS.

Bantuan itu ditujukan untuk melindungi jaringan listrik dan gas Ukraina dari gempuran Rusia.

Zelensky dijadwalkan bergabung dengan delegasi Ukraina yang sudah lebih dulu tiba di AS.

Delegasi tersebut dipimpin oleh Perdana Menteri Yulia Svyrydenko.

6. Uni Eropa Danai Pengadilan untuk Adili Putin

Menteri Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengatakan pada Senin (13/10/2025) bahwa Uni Eropa mulai mendanai pengadilan khusus untuk mengadili Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pengadilan ini akan menindak kejahatan agresi Rusia terhadap Ukraina.

Kallas menyerukan negara-negara anggota dan mitra internasional untuk ikut mendanainya.

Ia menegaskan bahwa tanpa akuntabilitas, tidak akan ada perdamaian yang adil dan abadi di Eropa.

7. Rusia Klaim Rebut Dua Desa di Ukraina Timur

Kementerian Pertahanan Rusia pada Senin (13/10/2025) mengklaim pasukannya telah merebut dua desa di Ukraina timur.

Satu desa berada di wilayah Donetsk dan satu lagi di dekat Kupiansk, kota yang telah diserang selama berbulan-bulan.

Korps Pertama Garda Nasional Ukraina menyebut telah menggagalkan upaya baru pasukan Rusia untuk maju di dekat Dobropillia.

Versi kedua belah pihak mengenai situasi di medan perang belum dapat diverifikasi secara independen.

8. Intelijen Jerman Peringatkan Ancaman Langsung Rusia ke Eropa

Kepala intelijen luar negeri Jerman, Martin Jaeger, memperingatkan bahwa Rusia kini menimbulkan ancaman langsung terhadap Uni Eropa.

Baca juga: Zelensky Desak Trump Bantu Redakan Perang Ukraina Usai Berhasil Damaikan Gaza

Ia mengatakan “perdamaian dingin” dengan Moskow dapat berubah menjadi konfrontasi militer terbuka.

Jaeger menyebut Rusia berambisi memperluas pengaruhnya ke arah barat, dan menjadikan Jerman sebagai target utama karena perannya dalam mendukung Ukraina.

Peringatan ini muncul setelah serangkaian insiden, termasuk pelanggaran wilayah udara Estonia dan jatuhnya drone Rusia di Polandia.

Jaeger menegaskan Jerman sudah berada di bawah tekanan melalui propaganda, sabotase, hingga spionase yang dilakukan Rusia.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved