Kamis, 7 Mei 2026

Sosok Baek se-Hee, Penulis asal Korsel yang Meninggal dan Donorkan Organ, Selamatkan 5 Nyawa

Berikut sosok penulis asal Korsel yang meninggal dunia dan berujung mendonorkan organnya. Tindakan mulianya itu membuat lima nyawa terselamatkan.

Tayang:
Tangkapan layar dari akun Instagram @baeksehee
DONOR ORGAN - Penulis asal Korea Selatan, Baek se-Hee, meninggal dunia pada usia 35 tahun, Kamis (16/10/2025) waktu setempat. Sosoknya menginspirasi setelah dirinya mendonorkan organ dan menyelamatkan lima nyawa. Berikut sosoknya. 

Ringkasan Berita:
  • Penulis asal Korsel, Baek se-Hee meninggal dunia pada usia 35 tahun, Kamis (16/10/2025).
  • Setelah meninggal, organ miliknya pun didonorkan dan membuat lima nyawa berhasil diselamatkan.
  • Ia merupakan penulis buku best seller berjudul 'I Want to Die but I Want to Eat Tteokbokki'.
  • Bukunya itu sempat dikritik oleh masyarakat Korsel karena dianggap mengkomersilkan penyakit depresi yang diderita Baek.
  • Namun, beberapa idol Kpop justru merekomendasikan agar buku tersebut dibaca.

TRIBUNNEWS.COM - Penulis asal Korea Selatan (Koesel), Baek se-Hee, meninggal dunia pada usia 35 tahun, Jumat (17/10/2025).

Dikutip dari The Korea Herald, sosoknya kini menjadi inspirasi setelah organ miliknya yakni jantung, paru-paru, hati, dan ginjalnya didonasikan, menurut laporan Korea Organ Donation Agency.

Adapun donasi organnya itu disebut telah menyelamatkan lima nyawa.

Di sisi lain, terkait penyebab meninggalnya Baek belum diketahui.

Namun, kabar duka tersebut pertama kali diungkapkan oleh adik perempuan Baek dalam sebuah siaran pers.

"(Baek) ingin menulis, berbagi hatinya dengan orang lain melalui karyanya, dan menginspirasi melalui harapan yang dimilikinya."

"Mengetahui sifat lembutnya yang tidak mampu menyimpan kebencian, saya harap dia kini dapat beristirahat dengan tenang," katanya.

Baca juga: Kabar Duka, Perdana Menteri ke-81 Jepang, Tomiichi Murayama Tutup Usia 

Lalu, seperti apa sosok Baek se-Hee? Berikut ulasannya dikutip dari berbagai sumber.

Sosok Baek se-Hee

Dilansir Bloomsbury.com, Baek se-Hee merupakan sosok kelahiran Seoul, Korsel pada tahun 1990. Sebelum menjadi penulis, dia terlebih dahulu lulus dari jurusan Sastra dan sempat bekerja selama lima tahun sebagai penerbit.

Selama sepuluh tahun, Baek menderita depresi ringan jangka panjang atau Distimia

Dikutip dari laman WHO, penderta distimia memiliki gejala berupa kehilangan minat untuk menjalani aktivitas sehari-hari, merasa putus asa, hingga rendah diri.

Sementara, beberapa penyebab seseorang bisa menderita distimia adalah perubahan fisik pada otak, kimia otak, sifat bawaan, atau adanya trauma akibat peristiwa berat yang pernah dialami.

Adapun penyakit yang diderita itu menjadi inspirasinya dalam menulis berbagai buku. Termasuk buku yang menjadi best seller berjudul I Want to Die but I Want to Eat Tteokbokki.

Buku tersebut bergenre self improvement setebal 236 halaman dengan format dialog konsultasi antara Baek dengan seorang psikiater.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved