Kabar Duka, Perdana Menteri ke-81 Jepang, Tomiichi Murayama Tutup Usia
Ia jadi perdana menteri pada 1994 dari Partai Sosialis Jepang (JSP) dalam kurun waktu 47 tahun, setelah Satoshi Katayama pada 1947
Ringkasan Berita:
- Tomiichi Murayama, perdana menteri ke-81 Jepang tutup usia, Jumat (17/10/2025) di sebuah rumah sakit di Kota Ōita
- Ia menjabat sebagai perdana menteri pada 1994, menjadi yang pertama dari Partai Sosialis Jepang (JSP) dalam kurun waktu 47 tahun, setelah Satoshi Katayama pada 1947.
- Sebagai perdana menteri, Murayama dikenal dengan semboyan “politik ramah rakyat” (people-friendly politics).
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Mantan Perdana Menteri Jepang Tomiichi Murayama, sosok yang dikenal sebagai anak nelayan yang meniti karier politik hingga menjadi perdana menteri ke-81 Jepang tutup usia, Jumat (17/10/2025) di sebuah rumah sakit di Kota Ōita.
Ia berpulang pada pukul 11.28 waktu setempat karena faktor usia yakni 101 tahun.
Menurut keterangan keluarga, upacara pemakaman akan digelar secara tertutup hanya dihadiri kerabat dekat, sementara acara perpisahan publik akan diumumkan kemudian.
Tomiichi Murayama merupakan tokoh penting dalam sejarah politik Jepang.
Ia menjabat sebagai perdana menteri pada 1994, menjadi yang pertama dari Partai Sosialis Jepang (JSP) dalam kurun waktu 47 tahun, setelah Satoshi Katayama pada 1947.
Murayama dikenal luas lewat “Pernyataan 50 Tahun Setelah Perang” yang ia keluarkan pada 1995, di mana pemerintah Jepang untuk pertama kalinya secara resmi mengakui bahwa kebijakan nasional pada masa Perang Dunia II merupakan kesalahan dan menyebut tindakan Jepang sebagai agresi.
Baca juga: Partai Nippon Ishin no Kai Isyaratkan Gabung LDP Dukung Sanae Takaichi Jadi PM Jepang
Perjalanan Karier Politik
Lahir pada 3 Maret 1924 di Kota Ōita, Prefektur Ōita, Murayama merupakan anak keenam dari sebelas bersaudara.
Ayahnya seorang nelayan, dan setelah sang ayah meninggal ketika Murayama berusia sekitar 14 tahun, ia membantu perekonomian keluarga dengan bekerja sampingan seperti mengantar koran dan bekerja di percetakan.
Setelah lulus sekolah menengah, ia pindah ke Tokyo, bekerja di siang hari dan berkuliah malam di sekolah perdagangan.
Tahun 1943, ia diterima di Universitas Meiji jurusan filsafat, namun setahun kemudian harus mengikuti wajib militer dan ditempatkan di galangan kapal Ishikawajima sebelum bergabung dengan Angkatan Darat Kekaisaran Jepang.
Pasca perang, Murayama menyelesaikan kuliahnya dan aktif di serikat pekerja sektor perikanan di kampung halamannya. Dari sanalah karier politiknya dimulai.
Ia terpilih pertama kali sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Distrik 1 Ōita, dan dikenal sebagai politisi yang peduli pada isu tenaga kerja dan jaminan sosial.
Pada September 1993, Murayama diangkat menjadi Ketua ke-13 Partai Sosialis Jepang.
Setahun kemudian, ia terpilih sebagai Perdana Menteri Jepang ke-81 melalui koalisi dengan Partai Demokrat Liberal (LDP) dan Partai Sakigake, mengalahkan mantan PM Toshiki Kaifu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Tomiichi-Murayama12222.jpg)