Minggu, 10 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Bukan Gagal, Zelensky Yakin Trump Hanya Tunda Keputusan soal Rudal Tomahawk

Perang Rusia-Ukraina hari 1.334, Presiden Ukraina gagal yakinkan Presiden AS untuk kirim rudal Tomahawk, Zelensky yakin Trump hanya menunda keputusan.

Tayang:
Kantor Presiden Ukraina
ZELENSKY KUNJUNGI AS - Foto diambil dari Kantor Presiden Ukraina, Minggu (19/10/2025) memperlihatkan Presiden Ukraina Zelensky (kanan) berjalan bersama Presiden AS Donald Trump (kiri) saat Zelensky berkunjung ke Washington, AS untuk membicarakan masalah perang Rusia-Ukraina, pada Jumat (17/10/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Ukraina Zelensky yakin Presiden AS Donald Trump hanya menunda keputusan untuk mengirimkan rudal Tomahawk ke Ukraina.
  • Permintaan rudal Tomahawk berdasarkan pertimbangan Ukraina bahwa senjata itu dapat memberi pukulan keras terhadap ekonomi perang Rusia.
  • Trump berharap Ukraina dan Rusia dapat mengakhiri perang tanpa menggunakan rudal Tomahawk.

TRIBUNNEWS.COM - Perang Rusia dengan Ukraina memasuki hari ke-1.334 pada Minggu (19/10/2025), memperpanjang perang sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

Perang antara Rusia dan Ukraina berawal dari ketegangan yang sudah berlangsung lama sejak bubarnya Uni Soviet pada tahun 1991.

Setelah merdeka, Ukraina sering mengalami perselisihan dengan Rusia mengenai perbatasan, identitas nasional, dan arah kebijakan politiknya.

Ketegangan tersebut memuncak pada tahun 2014 setelah Revolusi Maidan menggulingkan Presiden Viktor Yanukovych yang berpihak pada Rusia.

Pemerintahan baru Ukraina yang lebih pro-Barat dianggap Moskow sebagai ancaman terhadap pengaruhnya di kawasan.

Sebagai tanggapan, Rusia mencaplok wilayah Krimea dan mendukung kelompok separatis di Donetsk serta Luhansk, yang memicu konflik bersenjata di Donbas.

Situasi semakin memburuk hingga Februari 2022, ketika Presiden Vladimir Putin melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina.

Putin beralasan invasinya untuk “memberantas neo-Nazi” di Kyiv, melindungi warga keturunan Rusia di Donbas, dan mencegah Ukraina bergabung dengan NATO yang dianggap mengancam keamanan Rusia.

Sementara itu, Ukraina mendapat bantuan militer dari AS dan anggota-anggota NATO di Eropa.

Bukan Ditolak, Zelensky Optimis Trump Hanya Tunda Keputusan

Dalam perkembangan politik dan militer, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, menemui Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat, 17 Oktober 2025.

Baca juga: Trump Buka Jalan Perdamaian: Yakin Konflik Rusia–Ukraina Segera Berakhir

Dalam pertemuan itu, Zelensky mendesak Trump untuk mengirimkan rudal Tomahawk ke Ukraina.

Rudal jelajah subsonik AS yang diproduksi oleh Raytheon itu dapat meluncur dengan strategis dan jarak jauh.

Zelensky mengatakan Trump tidak mengatakan "tidak" terhadap transfer rudal Tomahawk ke Ukraina, tetapi dia juga tidak mengatakan "ya".

"Ini isu yang sensitif, dan ini pesan dari presiden bahwa jumlah yang Anda miliki tidak cukup untuk kepentingan Amerika. Ya, saya tidak bisa membagikan detail ini, maaf, ini urusan internal Anda, tetapi saya berharap dialog ini dapat berlanjut," ujar Zelensky kepada NBC News, Sabtu (18/10/2025).

Sebelumnya, Axios dan CNN melaporkan, Trump selama pertemuan dengan pemimpin Ukraina Volodymyr Zelensky, mengatakan dia tidak berencana untuk memasok Ukraina dengan rudal jarak jauh Tomahawk.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved