Daftar 6 Pencurian Dramatis di Museum Louvre: Mahkota Berlian Raib, Mona Lisa Hilang Digondol Maling
Museum Louvre kembali diguncang pencurian, dari hilangnya Mona Lisa hingga mahkota berlian menandai rapuhnya keamanan museum tersohor dunia
Ia menghubungi pembeli yang salah pada Desember 1913. Akibatnya, dengan menggunakan nama samaran Leonard pun tidak bisa menolongnya dari jeratan hukum.
Ia berkirim surel ke Alfredo Geri dari dealer seni Kota Florentine, Italia, dan mengaku sebagai pencuri sekaligus penyimpan lukisan Mona Lisa.
Geri menyatakan ingin memeriksa barang dagangan itu dan meminta Peruggia datang ke Kota Florence. Dia datang di hari yang ditentukan bersama Direktur Galeri Uffizi, Giovanni Poggi.
Setelah memeriksa benda berharga tersebut, mereka pura-pura setuju untuk membelinya senilai 500.000 lira. Padahal, mereka segera melaporkannya pada kepolisian.
Pencurian ini dianggap sebagai salah satu kasus seni paling terkenal di abad ke 20 dan ironisnya, membuat Mona Lisa menjadi ikon global yang jauh lebih dikenal setelahnya.
2. Penjarahan oleh Nazi selama Perang Dunia II – 1940 an
Selama pendudukan Nazi Jerman di Prancis (dimulai 1940), Louvre menghadapi ancaman besar terhadap koleksinya.
Direktur museum saat itu, Jacques Jaujard, berusaha menyelamatkan banyak karya seni dengan memindahkan ribuan peti kayu berisi artefak ke pedesaan sebelum Paris jatuh.
Meski begitu, sebagian karya seni tetap dijarah oleh pihak Nazi yang dipimpin rezim Adolf Hitler, termasuk koleksi pribadi warga Yahudi dan bangsawan Prancis serta karya-karya besar dan barang-barang milik warga Prancis.
Kasus ini menegaskan bahwa Louvre tak hanya rentan terhadap pencurian spektakuler, tetapi juga terhadap konflik berskala besar yang melibatkan penjarahan massal dalam sejarah.
3. Serangkaian Pencurian Perhiasan dan Lukisan – 1966
Menurut National Geographic, pada tahun 1966 terjadi pencurian perhiasan antik dari Louvre.
Pencurian bermula ketika pada tahun tersebut, beberapa perhiasan antik berharga milik koleksi kerajaan Prancis dikirim kembali ke Paris usai dipinjamkan ke sebuah museum di Virginia, Amerika Serikat, untuk keperluan pameran.
Namun, di tengah proses pengiriman kembali ke Louvre, artefak-artefak tersebut hilang secara misterius.
Kecurigaan awal mengarah pada pihak pengangkut atau perantara logistik seni, mengingat karya tersebut seharusnya berada di bawah pengawasan ketat selama perjalanan trans-Atlantik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/lukisan-mona-lisa-karya-leonardo-da-vinci-di-museum-louvre-paris-prancis.jpg)