VIRAL Pria Tiongkok Kembali ke Mantan Kekasih yang Sakit Parah untuk Menemani hingga Akhir
Cheng diketahui mengidap ataxia herediter, kelainan genetik yang menyebabkan otot melemah, gerakan menjadi tidak terkoordinasi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang pria asal Tiongkok menyentuh hati warganet setelah memutuskan kembali kepada cinta pertamanya yang kini menderita penyakit langka dan tak tersembuhkan.
Video yang diunggah pada Juli lalu memperlihatkan pria bernama Fusheng menyatakan cintanya kepada Cheng Aixiao, mantan kekasihnya semasa sekolah menengah di Fujian, Tiongkok timur.
Momen haru itu viral di media sosial.
Dilansir dari SCMP, Cheng diketahui mengidap ataxia herediter, kelainan genetik yang menyebabkan otot melemah, gerakan menjadi tidak terkoordinasi, serta kesulitan berjalan dan berekspresi.
Ibunda Cheng juga menderita penyakit yang sama dan meninggal dunia ketika Cheng masih di sekolah menengah.
Menyaksikan perjuangan sang ibu membuat Cheng selalu dihantui ketakutan akan mewarisi penyakit itu.
Baca juga: Sarwendah Tangisi Kepergian Ayahnya: Dia Cinta Pertama Aku
Ketakutan itu menjadi nyata ketika di usia 23 tahun, Cheng mulai kehilangan keseimbangan saat melompat di sekolah.
Kini di usia 25, ia hanya bisa berjalan dengan bantuan dan sering kehilangan kendali atas ekspresi wajahnya.
Penyakit itu belum memiliki obat dan kebanyakan penderitanya akan lumpuh total serta kehilangan kemampuan berbicara, sebelum akhirnya meninggal akibat gagal napas.
Meski begitu, Cheng tetap berpegang pada harapan akan adanya terobosan medis di masa depan.
Ayahnya, seorang pekerja pabrik, selama ini menjadi perawat utama Cheng, sebagaimana ia dulu merawat sang istri.
Untuk meringankan beban ayahnya, Cheng sempat menjadi vlogger make-up agar bisa memperoleh penghasilan sendiri.
Fusheng mengetahui kondisi Cheng dari teman-temannya. Ia teringat bahwa Cheng sempat menyinggung penyakit itu ketika mereka masih berpacaran, namun saat itu ia terlalu muda untuk memahami artinya.
Setelah mereka kuliah di kota berbeda, hubungan keduanya berakhir.
Tujuh tahun kemudian, Fusheng muncul kembali di depan pintu rumah Cheng — dan senyum gadis itu membuatnya yakin untuk menyerahkan seluruh hidupnya demi menemaninya.
Kini, Fusheng bekerja di sebuah perusahaan pada siang hari dan mengantarkan makanan pada malam hari untuk membiayai pengobatan Cheng.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PRIATIONGKOK1111.jpg)