PM Jepang Sanae Takaichi: Bukan Xenofobia, tetapi Kami akan Tindak Tegas Orang Asing Pelanggar Hukum
Takaichi menyatakan niatnya untuk memperkuat fungsi koordinasi pemerintah serta memastikan penegakan aturan secara konsisten
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi menegaskan pemerintahannya akan mengambil langkah tegas terhadap warga asing yang melakukan pelanggaran hukum di Jepang.
“Ini berbeda dari xenofobia. Namun, pemerintah akan dengan tegas menanggapi segala tindakan ilegal dan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh sebagian orang asing,” tegas PM Takaichi dalam pidato perdananya di Diet (parlemen Jepang), Jumat (24/10/2025).
Takaichi menyatakan niatnya untuk memperkuat fungsi koordinasi pemerintah serta memastikan penegakan aturan secara konsisten.
Ia juga menambahkan bahwa kebijakan luar negeri dan penanganan harga tinggi akan menjadi prioritas utama pemerintahannya.
“Kami juga akan mempertimbangkan pengaturan terkait pembebasan lahan, khususnya pembelian tanah yang dilakukan oleh pihak asing. Karena itu, kami telah menunjuk menteri baru yang akan bertanggung jawab di bidang ini,” ujar Takaichi.
Baca juga: PM Jepang Sanae Takaichi Dorong Penghapusan Pajak Sementara Bensin, Fokus Tekan Harga Energi
Menteri Muda Jadi Sorotan
Dalam kabinet baru Takaichi, sosok Miki Onoda, Menteri Perekonomian dan Keamanan yang dikenal berpenampilan menarik, menjadi perhatian publik.
Ia kini bertanggung jawab atas kebijakan luar negeri dan penanganan isu-isu yang melibatkan warga asing.
Dalam konferensi pers pada 22 Oktober 2025, Onoda menyatakan akan meninjau secara menyeluruh berbagai kebijakan yang berkaitan dengan penegakan aturan terhadap warga asing.
“Saya ingin memeriksa secara komprehensif berbagai masalah, termasuk penegakan aturan terhadap mereka yang tidak mematuhi hukum, serta meninjau sistem dan langkah-langkah yang belum memadai dalam menghadapi situasi saat ini,” kata Onoda.
Ia menambahkan, “Ada kondisi di mana publik merasa cemas dan tidak adil akibat tindakan kriminal, gangguan, atau penyalahgunaan sistem oleh sebagian warga asing.
Proporsi Kecil, Namun Terus Meningkat
Meski jumlah warga asing di Jepang masih tergolong kecil—sekitar 3 persen dari total populasi, jauh lebih rendah dibandingkan negara maju lain, jumlah imigran terus meningkat.
Tren ini didorong oleh menurunnya angka kelahiran, populasi menua, serta kekurangan tenaga kerja di berbagai sektor industri.
Isu terkait keberadaan orang asing, termasuk wisatawan, menjadi salah satu topik utama dalam pemilihan presiden Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berlangsung bulan ini.
Dalam pidatonya, Takaichi sempat menyinggung tindakan tidak pantas yang dilakukan wisatawan asing, seperti kasus turis yang menendang rusa di Nara, yang sempat viral di media sosial.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sanae-Takaichi-12222.jpg)