Senin, 13 April 2026

Benarkah Komet 3I/ATLAS Pesawat Alien? Ini Penjelasan NASA

Media sosial diramaikan dengan spekulasi komet 3I/ATLAS yang diduga bukan sekadar benda langit semata, namun kapal induk alien.

NASA, ESA, David Jewitt (UCLA); Pemrosesan gambar: Joseph DePasquale (STScI)
KOMET 3I/ATLAS - Teleskop Hubble menangkap gambar komet antarbintang 3I/ATLAS ini pada 21 Juli 2025, ketika komet tersebut berada pada jarak 277 juta mil dari Bumi. Gambar dari Hubble menunjukkan bahwa komet tersebut memiliki selubung debu berbentuk tetesan air mata yang berasal dari inti padat dan bekunya. 

Sejauh ini, klaim komet 3I/ATLAS adalah pesawat alien hanyalah spekulasi dan bukan merupakan pernyataan resmi.

Termasuk beberapa gambar yang beredar bukanlah gambar yang dirilis NASA maupun teleskop Hubble.

NASA menegaskan benda langit tersebut adalah komet dan tidak akan membahayakan bumi.

"Meskipun lintasan objek ini membawanya ke bagian dalam tata surya, ia tidak akan mendekat ke Bumi."

"Saat komet 3I/ATLAS melintasi tata surya, jarak terdekatnya dari planet kita adalah sekitar 1,8 satuan astronomi (sekitar 170 juta mil atau 270 juta kilometer)," tulis NASA dalam pernyataannya.

KOMET 3I/ATLAS - Diagram lintasan komet antarbintang 3I/ATLAS saat melintasi tata surya. Komet ini akan mencapai jarak terdekatnya dengan Matahari pada bulan Oktober. (NASA)
KOMET 3I/ATLAS - Diagram lintasan komet antarbintang 3I/ATLAS saat melintasi tata surya. Komet ini akan mencapai jarak terdekatnya dengan Matahari pada bulan Oktober. (NASA) 

Hal senada juga disampaikan Badan Antariksa Eropa (ESA) yang mengonfirmasi komet tersebut tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi maupun planet lain.

Dengan menjelaskan bahwa jarak terdekatnya lebih dari 2,5 kali jarak antara Bumi dan Matahari.

Bisa Diamati Lagi pada Desember 2025

Menurut NASA, komet itu akan mencapai titik terdekatnya dengan Matahari pada 30 Oktober 2025, dengan jarak sekitar 210 juta kilometer (130,5 juta mil) dari Matahari.

Berdasarkan pengamatan Teleskop Antariksa Hubble, komet tersebut bergerak dengan kecepatan sekitar 210.000 kilometer per jam (130.500 mil per jam), yang merupakan kecepatan tertinggi yang pernah tercatat untuk “pengunjung” dari luar tata surya kita.

Komet ini akan muncul kembali di sisi lain Matahari pada awal Desember 2025, sehingga memungkinkan dilakukan pengamatan lanjutan, sebagaimana disampaikan NASA.

(Tribunnews.com/Gilang Putranto)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved