5 Populer Internasional: Pertahanan Udara Rusia Mulai Bocor - Badai Fung-Wong Menuju Taiwan
Rangkuman berita populer internasional Kamis, 13 November 2025, di antaranya Ukraina memanfaatkan sistem pertahanan udara Rusia yang mulai melemah.
Ringkasan Berita:
- Ukraina memanfaatkan melemahnya sistem pertahanan udara Rusia dengan melancarkan hampir 160 serangan sepanjang 2025
- Sementara itu, Indonesia dan Australia menandatangani perjanjian keamanan baru untuk memperkuat stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
- Topan Fung-Wong bergerak ke Taiwan setelah melanda Filipina, memaksa evakuasi lebih dari 8.300 warga dan menyebabkan banjir besar di Yilan serta Suao.
TRIBUNNEWS.COM - Berita populer internasional dimulai dari analisis pakar yang menilai bahwa pertahanan udara Rusia mulai bocor setelah bertahun-tahun perang melawan Ukraina.
Sementara itu, badai Fung-Wong bergerak menuju Taiwan setelah menerjang Filipina.
Berikut berita populer internasional dalam 24 jam terakhir.
1. Pertahanan Udara Rusia Mulai Bocor, Ukraina Memanfaatkannya
Dinas Keamanan Ukraina (SBU) melaporkan pada 9 November bahwa serangan rudal dan pesawat nirawak yang dilancarkan oleh lembaga tersebut, bersama angkatan bersenjata dan Direktorat Intelijen Militer (HUR), telah menimbulkan dampak yang semakin merusak bagi Rusia.
Namun, salah satu alasan keberhasilan tersebut, bukanlah kemampuan Ukraina sendiri, melainkan karena kapasitas pertahanan udara Rusia yang terus menurun, menurut Reuben F. Johnson, pakar sistem persenjataan dan teknologi pertahanan dari Casimir Pulaski Foundation, seperti dilansir nationalsecurityjournal.org.
Meski begitu, pasokan, jumlah, dan jenis senjata yang dimiliki Ukraina membuat negara itu belum dapat sepenuhnya mengeksploitasi kelemahan sistem pertahanan udara Rusia.
SBU melaporkan bahwa hampir 160 serangan berhasil dilakukan sepanjang 2025.
Sasaran utamanya adalah fasilitas ekstraksi dan pemurnian minyak.
Hingga saat ini, serangan-serangan tersebut menyebabkan kekurangan bahan bakar di seluruh Rusia serta penurunan kapasitas pemurnian minyak hingga 37 persen.
“Ini adalah target militer yang sah. Ekstraksi dan pemurnian minyak menyumbang sekitar 90 persen dari anggaran pertahanan Rusia. Itu adalah sumber petro-rubel kotor yang mendanai perang melawan kami,” kata Kepala SBU, Vasyl Maliuk, pada Jumat (31/10/2025).
2. Gertak Netanyahu, Macron Minta Israel Setop Caplok Tepi Barat: Eropa Tak Akan Diam
Ketegangan diplomatik antara Eropa dan Israel kembali meningkat setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron mengeluarkan peringatan keras kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Macron menegaskan bahwa setiap upaya Israel untuk mencaplok atau melakukan aneksasi terhadap wilayah Tepi Barat Palestina akan dianggap sebagai “garis merah” yang dapat memicu reaksi tegas dari negara-negara Eropa.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers bersama Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Paris pada Selasa (11/11/2025).
Bertepatan dengan peringatan satu bulan setelah gencatan senjata rapuh antara Israel dan Hamas di Gaza.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BERITA-POPULER-INTERNASIONAL-13nov25.jpg)