Rabu, 22 April 2026

Ekosistem Kesehatan Asean Didorong Makin Terintegrasi Secara Digital

Maheshwara menegaskan bahwa digitalisasi merupakan fondasi utama masa depan kesehatan Asean.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Erik S
ISTIMEWA
PEMBANGUNAN KESEHATAN ASEAN - Dr. Maheshwara Rao a/l Appannan dari Senior Officials’ Meeting on Health Development (SOMHD) Malaysia saat menerima rekomendasi kebijakan digital health dari Pijar Foundation dan Asean Business Advisory Council (Asean BAC). Malaysia sebagai Ketua Pilar Kesehatan Asean 2025–2026 akan memimpin penyusunan Asean Post-2025 Health Development Agenda (APHDA) sebagai arah pembangunan kesehatan kawasan. 

Ia menyatakan bahwa GFF mendorong lahirnya pemimpin katalitik yang mampu menghubungkan sektor kesehatan, teknologi, dan kebijakan, serta memperkuat arsitektur regional seperti pusat pembelajaran, scorecard kesiapan negara, dan kerangka talenta digital health.

Fondasi Talent Pool dan Standarisasi Kawasan

 

Rekomendasi tersebut disusun oleh Fellows asal berbagai negara Asean melalui riset lapangan, konsultasi pakar, dan dialog kebijakan selama enam bulan di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura.

Studi mereka menegaskan pentingnya pembangunan arsitektur regional yang mencakup interoperabilitas data, standarisasi layanan, keamanan informasi, dan penguatan talenta digital kesehatan.

Asean BAC menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci percepatan inovasi kesehatan digital yang merata di seluruh kawasan.

Executive Director Asean BAC, Rifki Weno, menyatakan bahwa integrasi regional hanya dapat terwujud jika negara-negara ASEAN menjadikan kolaborasi sebagai standar.

“Jika Asean ingin memimpin, inovasi harus dilakukan secara sadar dan kolaborasi harus menjadi standar,” tegasnya.

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved