Konflik Rusia Vs Ukraina
Lithuania Penjarakan Warga Ukraina yang Diduga Agen Rusia atas Pengeboman di Kota Markas Udara NATO
Pemuda Ukraina ini beraksi di Vilnius dan juga percobaan serangan teroris di kota utara Siauliai, rumah bagi pangkalan udara NATO
Lithuania Penjarakan Warga Ukraina yang Diduga Agen Rusia atas Pengeboman di Kota Pangkalan Udara NATO
TRIBUNNEWS.COM - Pengadilan di Lithuania pada Senin (24/11/2025) menjatuhkan hukuman tiga tahun empat bulan penjara kepada seorang pemuda Ukraina karena membakar toko perlengkapan dan perabot rumah tangga, IKEA di Vilnius tahun lalu.
Pemuda tersebut, Danylo Bardadym diduga telah meletakkan bom di dalam toko IKEA pada Mei 2024.
Baca juga: NATO Tersentak, Belanda Kirim Tentara ke Polandia: Amankan Bantuan Militer Buat Ukraina Lawan Rusia
Bom itu meledak pada malam hari, menyebabkan kebakaran yang segera dipadamkan.
Tidak ada korban tewas atau luka-luka dalam serangan itu.
Seorang hakim di Vilnius mengatakan Bardadym, seorang warga negara Ukraina, melakukan "tindakan terorisme" di Vilnius dan juga "percobaan serangan teroris" di kota utara Siauliai.
Sebagai informasi, kota ini merupakan rumah bagi pangkalan udara NATO.
Jaksa mengatakan Bardadym telah bertindak "demi kepentingan dinas intelijen militer asing" dan bahwa Rusia telah "mengetahui" rencananya.
Bardadym, yang saat itu berusia 17 tahun, diduga dijanjikan sebuah mobil dan 10.000 euro ($11.500) atas tindakannya, tambah mereka.
Ia juga dihukum karena "pelatihan untuk tujuan teroris," bepergian ke Riga di negara tetangga Latvia "untuk tujuan teroris dan kepemilikan bahan peledak," tambah hakim.
Baca juga: Iming-iming Duit, Intelijen Rusia Rekrut Remaja Ukraina untuk Serangan Teroris di Ivano-Frankivsk
Perang Hibrida dan Intelijen
Kasus di atas menambah insiden apa yang disebut oleh sejumlah pemimpin negara NATO sebagai perang hibrida yang dilancarkan Rusia.
Belakangan, perang senyap ini melibatkan banyak warga sipil termasuk dua warga Ukraina yang bertindak atas nama badan intelijen Rusia diduga melakukan tindakan sabotase kereta api secara terpisah di Polandia.
Hal itu diungkapkan Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk mengatakan kepada parlemen negara tersebut, Selasa (18/11/2025) pekan lalu terkait pengeboman rel kereta api di Warsawa.
Baca juga: Jalur Kereta Polandia Dibom, Rusia Mainkan Perang Hibrida: Sabotase Bantuan ke Ukraina
Pasangan ini "telah beroperasi dan bekerja sama dengan badan-badan intelijen Rusia untuk waktu yang lama," kata Tusk, mengutip informasi dari jaksa penuntut dan penyidik.
Ia mengatakan pihak berwenang mengetahui identitas para tersangka tetapi tidak akan merilisnya selama penyelidikan berlanjut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Armada-jet-tempur-NATO.jpg)