Minggu, 7 Juni 2026

Turki Siapkan Kubah Baja, Apa Beda Steel Dome dan Iron Dome Israel?

Steel Dome ini membuat Turki dalam sorotan khususnya terkait pertahanan udara yang disebut-sebut mirip dengan milik Israel,  Iron Dome

Tayang:
HO/IST/Tangkap Layar/ANews
STEEL DOME - Gambar ilustrasi perangkat dari sistem pertahanan udara terpadu Turki yang dikenal sebagai Steel Dome. Dalam upaya besar untuk meningkatkan keamanan nasional, Turki telah menandatangani kontrak senilai sekitar $ 6,5 miliar untuk sistem pertahanan udara ini. 

Turki Siapkan Kubah Baja, Apa Beda Steel Dome dan Iron Dome Israel?

TRIBUNNEWS.COM - Dalam upaya besar untuk meningkatkan keamanan nasional, industri pertahanan Turki telah menandatangani kontrak senilai sekitar $6,5 miliar atau setara Rp 108,1 triliun untuk memperkuat sistem pertahanan udara terpadu negara tersebut, yang dikenal sebagai "Steel Dome" atau Kubah Baja.

Kontrak bernilai fantastis ini ditandatangani untuk produksi serial sistem rudal dan pertahanan baru guna memperkuat sistem pertahanan udara berlapis 'Iron Dome' ala Israel milik Turki.

"Kesepakatan tersebut diselesaikan selama "Upacara Penandatanganan Sistem Pertahanan Udara dan Rudal," yang diselenggarakan di bawah koordinasi Presidensi Industri Pertahanan (SSB)," tulis laporan ANews, dikutip Rabu (26/11/2025).

Baca juga: Turki Beli 20 Jet Eurofighter Typhoon Inggris, Kontrak Tembus Rp174,9 T

Acara tersebut, yang dihadiri oleh perwakilan terkemuka dari sektor pertahanan, menandai langkah penting dalam penerapan proyek strategis yang dirancang untuk melindungi wilayah udara Turki.

Menurut laporan resmi, kontrak-kontrak tersebut berfokus pada pengembangan dan pengerahan sistem pertahanan udara dan rudal baru.

"Investasi sebesar $6,5 miliar ini menggarisbawahi komitmen Turki untuk mencapai jaringan pertahanan berlapis yang terintegrasi penuh dan mampu menetralisir berbagai ancaman udara," kata laporan.

Dalam upacara tersebut, Presiden Badan Industri Pertahanan Republik Turki, Haluk Görgün membahas kelanjutan proses yang cermat untuk mengubah keputusan yang dibuat di Komite Eksekutif Industri Pertahanan menjadi kontrak.

Görgün, mengingat keputusan yang dibuat pada rapat komite eksekutif baru-baru ini, khususnya mengenai pengadaan sistem ofensif dan sistem pertahanan udara untuk tentara Turki yang heroik, menyatakan:

"Dalam proses ini, perusahaan kami, Roketsan dan ASELSAN, telah menandatangani kontrak tidak hanya terkait sistem pertahanan udara yang telah mereka kembangkan dan tambahkan ke inventaris, baik jarak pendek maupun jarak jauh, tetapi juga terkait versi lanjutan dari sistem ofensif yang sebelumnya ditambahkan ke inventaris kami oleh Roketsan,".

Baterai dan peluncur rudal sistem pertahanan udara Israel yang masyhur dikenal sebagai Iron Dome. Tentara IDF menyatakan insiden di Nahariya, Galilea, wilayah pendudukan udara menyebabkan 13 orang pemukim Israel terluka.
Baterai dan peluncur rudal sistem pertahanan udara Israel yang masyhur dikenal sebagai Iron Dome. Tentara IDF menyatakan insiden di Nahariya, Galilea, wilayah pendudukan udara menyebabkan 13 orang pemukim Israel terluka. (khaberni)

Beda Iron Dome dan Steel Dome

Langkah pertahanan Steel Dome ini membuat Turki dalam sorotan khususnya terkait pertahanan udara yang disebut-sebut mirip dengan milik Israel,  Iron Dome.

Hubungan dua negara yang cenderung penuh friksi khususnya mengenai isu Palestina dan Gaza menambah panasnya perbandingan kedua sistem pertahanan udara ini.

Meski sering disebut dalam konteks serupa, keduanya memiliki fungsi, tingkat kematangan teknologi, serta orientasi strategis yang berbeda.

Iron Dome, dikembangkan Israel bersama perusahaan pertahanan Rafael, telah beroperasi sejak 2011.

Sistem ini dirancang untuk mencegat roket jarak pendek, artileri, dan mortir yang ditembakkan ke kawasan permukiman atau fasilitas vital.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved